Cerita Bos Perusahaan Besar Dipecat Akibat Asmara Terlarang dengan Karyawan, Tak Diberi Pesangon Sepeserpun
Kasus ini menambah panjang daftar pemecatan eksekutif di seluruh dunia yang disebabkan oleh hubungan pribadi di lingkungan kerja.
Satu lagi eksekutif dari perusahaan besar dipecat terkait masalah asmara ilegal yang tidak sesuai dengan etika. Nestl memutuskan untuk memberhentikan CEO Laurent Freixe, yang baru menjabat satu tahun, setelah terungkap adanya tuduhan terkait hubungan romantis dengan seorang staf bawahan.
Perusahaan yang berbasis di Swiss ini menegaskan bahwa Laurent Freixe langsung diberhentikan dari posisinya setelah hasil penyelidikan internal yang dipimpin oleh ketua dan direktur independen Nestl diumumkan.
Menurut berita yang dilansir dari BBC pada Selasa (2/9), penyelidikan itu dimulai setelah adanya laporan yang masuk melalui saluran pengaduan perusahaan. Paul Bulcke, Ketua Dewan Direksi Nestl, menyatakan bahwa keputusan untuk memecat Freixe merupakan langkah krusial untuk menjaga integritas perusahaan.
"Nilai-nilai dan tata kelola Nestl adalah fondasi yang kuat bagi perusahaan kami. Saya menghargai Laurent atas dedikasinya selama bertahun-tahun di Nestl," tuturnya.
Hubungan yang menjadi sorotan terjadi dengan seorang karyawan yang tidak termasuk dalam jajaran dewan eksekutif. Penyelidikan ini dimulai karena indikasi adanya konflik kepentingan.
Proses penyelidikan tersebut diungkapkan secara langsung oleh Paul Bulcke dan Direktur Independen Pablo Isla, dengan dukungan dari penasihat hukum independen. Laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa kekhawatiran mengenai hubungan Laurent dengan karyawan tersebut telah muncul sejak awal tahun.
Penyelidikan internal pertama sempat menyatakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Namun, setelah adanya keluhan tambahan, Nestl memutuskan untuk melakukan penyelidikan kembali dengan bantuan penasihat hukum eksternal. Hasilnya menunjukkan bahwa klaim tersebut ternyata benar.
"Kami selalu bertindak sesuai dengan praktik terbaik tata kelola perusahaan." kata seorang juru bicara Nestl.
"Penyelidikan eksternal dibuka tak lama setelah penyelidikan internal awal, dan keputusan hari ini menunjukkan bahwa kami menanggapi tuduhan dan penyelidikan dengan serius."
Sudah 40 Tahun Berkarier
Laurent Freixe telah menghabiskan hampir 40 tahun kariernya di Nestlé sebelum resmi menjabat sebagai kepala eksekutif global pada bulan September yang lalu, menggantikan posisi Mark Schneider.
Meskipun begitu, Nestlé menegaskan bahwa Freixe tidak akan mendapatkan pesangon setelah dipecat dari jabatannya. Sebagai pengganti Freixe, perusahaan menunjuk Philipp Navratil yang telah bergabung dengan Nestlé sejak tahun 2001 untuk memimpin perusahaan ke depannya.
Paul Bulcke, yang merupakan bagian dari manajemen, menekankan bahwa perubahan kepemimpinan ini tidak akan berdampak pada arah strategi maupun kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Bulcke sendiri direncanakan akan mundur dari jabatannya tahun depan, dan Pablo Isla, mantan CEO Inditex yang merupakan pemilik merek Zara, diusulkan sebagai calon penggantinya. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas dan kelangsungan perusahaan dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Atasan Lain yang Dipecat
Kasus serupa juga pernah dialami oleh eksekutif dari perusahaan besar lainnya. Bernard Looney, yang menjabat sebagai CEO BP, mengundurkan diri setelah mengakui bahwa dia tidak sepenuhnya transparan mengenai hubungan pribadinya dengan seorang rekan.
Di sisi lain, Steve Easterbrook dipecat dari jabatannya di McDonald's pada tahun 2019 akibat terlibat dalam hubungan dengan seorang karyawan. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa Easterbrook memiliki tiga hubungan tambahan dengan staf lainnya.
Awalnya, dia menerima pesangon sebesar USD 105 juta (setara dengan Rp1,73 triliun, berdasarkan kurs Rp 16.400/USD), namun kemudian ia memutuskan untuk mengembalikannya.
Pada tahun 2023, dia juga dikenakan denda sebesar USD 400.000 (sekitar Rp6,56 miliar) oleh regulator keuangan AS karena memberikan informasi yang menyesatkan kepada investor. Denda tersebut dibayarnya tanpa mengakui atau membantah tuduhan yang dikenakan kepadanya.