Capaian Gemilang: Pengguna QRIS Sultra Lampaui Target 2025, Tembus Rp3,3 Triliun Transaksi Digital
Bank Indonesia Sultra mengumumkan jumlah pengguna QRIS Sultra telah melampaui target 2025, mencapai 29.383 orang baru, menandakan pertumbuhan pesat pembayaran digital di wilayah tersebut.
Pencapaian Luar Biasa Pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pencapaian luar biasa dalam adopsi pembayaran digital sepanjang tahun 2025. Realisasi penambahan pengguna baru Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah ini telah melampaui target yang ditetapkan.
Target awal sebanyak 21 ribu pengguna baru berhasil dilewati dengan total capaian mencapai 29.383 orang. Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa pencapaian ini meningkatkan total akumulasi pengguna QRIS di Sultra menjadi 298.190 orang.
Pertumbuhan signifikan ini menunjukkan peningkatan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan kanal pembayaran digital. Lonjakan adopsi ini didorong oleh berbagai upaya sosialisasi dan edukasi literasi digital yang masif di seluruh wilayah.
Peningkatan Signifikan Pengguna dan Merchant QRIS
Data terbaru dari KPw BI Sultra menunjukkan pertumbuhan pengguna QRIS di Sultra mencapai 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa penggunaan QRIS semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi.
Tidak hanya dari sisi pengguna, jumlah merchant atau pedagang yang menyediakan layanan QRIS juga mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, jumlah merchant di Sultra telah mencapai 235.550 unit.
Angka tersebut merupakan peningkatan lebih dari 65.000 merchant dibandingkan data tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 170.468 unit. Pertumbuhan ini mencerminkan ekosistem pembayaran digital yang semakin kuat dan merata.
Volume dan Nilai Transaksi QRIS Melonjak Tajam
Aktivitas penggunaan QRIS di Sultra juga menunjukkan lonjakan drastis dalam volume transaksi sepanjang tahun 2025. Volume transaksi QRIS melonjak hingga 142,59 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Jika pada tahun sebelumnya tercatat 11 juta transaksi, tahun ini volumenya mencapai hampir 27 juta transaksi. Peningkatan ini mengindikasikan semakin tingginya frekuensi penggunaan QRIS oleh masyarakat Sultra dalam berbagai keperluan.
Selain volume, total nilai transaksi digital melalui QRIS di Sulawesi Tenggara juga menembus angka impresif. Hingga penghujung tahun 2025, nilai transaksi telah mencapai Rp3,3 triliun.
Edwin Permadi menambahkan bahwa lonjakan signifikan ini menjadi indikator kuat adopsi pembayaran non-tunai. QRIS telah menjadi bagian integral dari gaya hidup dan kebutuhan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Strategi Edukasi dan Kolaborasi dalam Mendorong Adopsi QRIS
Keberhasilan melampaui target adopsi QRIS ini tidak lepas dari strategi sosialisasi dan edukasi yang intensif. KPw BI Sultra secara masif menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Program literasi digital ini ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, hingga pengelola tempat ibadah di 17 kabupaten/kota. Pendekatan komprehensif ini memastikan informasi tentang QRIS tersebar luas.
Kolaborasi aktif dalam berbagai kegiatan daerah juga menjadi kunci utama dalam memperkuat literasi sistem pembayaran digital. BI Sultra turut serta dalam perayaan hari ulang tahun kabupaten dan kota.
Selain itu, mereka juga masuk melalui kegiatan komunitas, seperti olahraga lari, untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Upaya ini efektif dalam memperkenalkan kemudahan dan keamanan penggunaan QRIS kepada masyarakat.
Sumber: AntaraNews