Bulog Siap Serap Padi Petani, Perkuat Swasembada Pangan di Papua Selatan
Perum Bulog menegaskan kesiapan penuh dalam penyerapan padi hasil petani di Papua Selatan, mendukung program strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan kesejahteraan petani.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen lembaganya untuk menyerap hasil panen padi petani. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan kerja ke Merauke, Papua Selatan, pada Minggu (05/7).
Langkah strategis ini menjadi bagian integral dari dukungan Bulog terhadap program pemerintah. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Kesiapan penyerapan padi ini juga bertujuan memberikan kepastian pasar serta harga yang layak bagi para petani. Hal ini diiringi dengan Gerakan Tanam Padi Serentak di kawasan cetak sawah Merauke.
Komitmen Bulog untuk Petani dan Ketahanan Pangan
Bulog berkomitmen penuh menjadi mitra strategis petani demi menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat.
Penguatan sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal. Ini juga krusial untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, petani, dan Perum Bulog, pengembangan kawasan pertanian di Papua Selatan diharapkan menjadi fondasi kuat. Hal ini penting dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Papua Selatan sebagai Lumbung Pangan Nasional
Papua Selatan saat ini menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional yang strategis. Pemerintah telah mengembangkan total 83.030 hektare lahan cetak sawah di seluruh Tanah Papua.
Selain itu, terdapat 54.399 hektare optimalisasi lahan di wilayah yang sama untuk mendukung produksi pangan. Dari jumlah tersebut, Papua Selatan mendominasi dengan hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan.
Secara rinci, wilayah Papua Selatan memiliki 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan. Kawasan ini dipersiapkan secara matang sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengalokasikan dukungan sebesar Rp1,3 triliun pada tahun 2026. Anggaran ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam program ini.
Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah
Anggaran sebesar Rp1,3 triliun akan digunakan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana pertanian yang esensial. Ini mencakup penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan Rice Milling Unit (RMU).
Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk dryer, gudang penyimpanan, dan infrastruktur pendukung lainnya yang vital. Semua fasilitas ini dirancang untuk mendukung proses produksi dan pascapanen secara efisien.
Untuk mendukung kelancaran penyerapan hasil panen, pemerintah juga akan membangun gudang Bulog di Merauke. Gudang ini memiliki kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton.
Gudang tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pascapanen modern seperti dryer dan unit pengolahan beras. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu menjaga mutu hasil panen, mengurangi kehilangan hasil, serta memperkuat rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.
Komitmen Mentan untuk Kesejahteraan Petani
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memimpin langsung pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak di lokasi cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Beliau menegaskan komitmen pemerintah menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
Mentan Amran menegaskan bahwa program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat, dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan penuh melalui berbagai fasilitas dan pendampingan.
Dukungan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, serta pendampingan teknis. Pemerintah juga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera,” ujar Amran, memotivasi para petani dan seluruh pihak terkait.
Sumber: AntaraNews