Bluebird Perluas Layanan Taksi di Solo, Perkuat Mobilitas dan Pariwisata Jawa Tengah
PT Blue Bird Tbk (BIRD) kini hadir di Solo, Jawa Tengah, memperluas akses mobilitas dan pariwisata. Inovasi layanan taksi Bluebird Solo ini diharapkan mendongkrak ekonomi lokal.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) secara resmi memperluas jangkauan layanannya dengan menghadirkan taksi di Kota Solo, Jawa Tengah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat mobilitas serta konektivitas transportasi publik di wilayah tersebut. Kehadiran Bluebird di Solo juga diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata yang terus berkembang pesat.
Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, menjelaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan regional perusahaan. Solo dipilih sebagai kota kedua di Jawa Tengah setelah Semarang, mengingat potensi ekonomi dan pariwisata yang signifikan. Kerja sama dengan Koperasi Sopir Transportasi (Kosti) Solo menjadi kunci utama dalam operasional layanan ini.
Kemitraan dengan Kosti Solo ini memungkinkan operator taksi lokal untuk bertahan dan berkembang melalui pelatihan serta pendampingan operasional. Bluebird berkomitmen menyediakan armada transportasi yang terstandardisasi dan mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi.
Sinergi Bluebird dan Kosti Solo dalam Kemitraan Strategis
Adrianto Djokosoetono, yang akrab disapa Andre, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kosti Solo adalah fondasi utama ekspansi ini. Model kemitraan ini dirancang untuk memberdayakan operator taksi lokal agar tetap kompetitif. Mereka akan mendapatkan pelatihan layanan serta pendampingan operasional sesuai standar kualitas Bluebird.
Program kemitraan Bluebird Solo ini memastikan bahwa pengemudi lokal dapat terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas. Bluebird Group kini beroperasi di 21 kota di Indonesia, dan Solo menjadi langkah penting dalam strategi pertumbuhan regionalnya. Ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan ekosistem transportasi di berbagai daerah.
Ketua Pengurus Kosti Solo, Bernadus Sigit Sugiarto, menyambut baik kemitraan ini. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini memperkuat stabilitas operasional Kosti melalui peningkatan akses penumpang. Selain itu, pemanfaatan teknologi pemesanan juga akan mendukung daya saing pengemudi lokal.
Sigit menambahkan, "Pengemudi kami juga merasakan manfaat nyata dari pelatihan yang membantu mereka lebih siap bersaing dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan." Pelatihan ini krusial untuk menjaga kualitas layanan taksi di Solo.
Dukungan Pemerintah Kota dan Konektivitas Pariwisata di Solo
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengapresiasi kehadiran Bluebird di Solo sebagai langkah positif. Ia menilai layanan taksi ini sangat sejalan dengan karakter mobilitas kota yang dinamis dan terus berkembang. Solo sebagai kota budaya, bisnis, dan wisata membutuhkan moda transportasi yang andal.
Arus perjalanan di Solo meningkat signifikan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan, serta saat ada agenda budaya. Pemerintah Kota Surakarta menargetkan 3,675 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan transportasi jarak pendek dan menengah yang terpercaya.
"Kami menyambut baik hadirnya Bluebird sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan mobilitas Solo," ujar Wali Kota Respati Ardi. Ia menambahkan bahwa layanan terstandardisasi ini melengkapi pilihan transportasi bagi masyarakat dan wisatawan. Ini juga akan memastikan setiap perjalanan tetap aman, nyaman, dan mendukung konektivitas.
Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida S, turut menyampaikan dukungan penuh. Ia menyebutkan bahwa Bluebird dapat memperkuat konektivitas perjalanan penumpang kereta api. Ketersediaan pangkalan di stasiun, hotel, pusat perbelanjaan, dan titik mobilitas utama lainnya akan sangat membantu layanan Bluebird Solo.
Sumber: AntaraNews