Banyak Nasabah Tidak Sadar, Biaya Perbankan Ini Justru Bikin Rugi
Teknologi di sektor keuangan semakin memudahkan masyarakat bertransaksi tanpa harus memiliki rekening perbankan.
Kepemilikan rekening perbankan masyarakat Indonesia masih belum mencapai 90 persen. Pada Maret 2024, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pernah menyampaikan masih ada 23,7 persen masyarakat usia dewasa di Indonesia yang belum memiliki rekening di lembaga keuangan.
Persoalan ini muncul lantaran masih adanya kesenjangan antara literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat. Pada tahun 2023, tingkat inklusi keuangan di Indonesia tercatat sebesar 88,7 persen, atau lebih tinggi dari tahun 2022 yang sebesar 85,1 persen.
Capaian tersebut lebih tinggi sebesar 0,7 poin persentase dari target yang ditetapkan untuk tahun 2023 yakni sebesar 88 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih belum setinggi capaian inklusif keuangan masyarakat.
Di satu sisi, teknologi di sektor keuangan semakin memudahkan masyarakat bertransaksi tanpa harus memiliki rekening perbankan.
Tidak sedikit, keengganan masyarakat memiliki rekening perbankan karena biaya-biaya yang muncul setiap bulan atau bahka saat bertransaksi.
Berikut biaya-biaya bank yang menguras rekening nasabah;
Biaya tarik tunai di luar jaringan
ATM di luar jaringan tidak hanya mengenakan biaya layanan kepada pengguna, tetapi juga kemungkinan bank yang nasabah gunakan sendiri akan mengenakan biaya.
Di antara keduanya, nasabah dapat dengan mudah membayar total Rp6.500 hanya untuk menarik sejumlah uang tunai.
Periksa situs web atau aplikasi bank untuk menemukan ATM bebas biaya dan jika Anda harus membayar biaya, tarik sejumlah besar uang tunai agar biayanya (agak) sepadan.
Biaya Cerukan
Penarikan berlebih terjadi ketika nasabah tidak memiliki cukup dana di rekening bank untuk menutupi transaksi, seperti yang terjadi ketika nasabah mengembalikan cek.
Bergantung pada kebijakan bank dan ketentuan khusus rekening setiap bank, pembayaran dapat ditolak karena dana tidak mencukupi atau bank dapat mencoba mentransfer dana yang diperlukan dari rekening nasabah yang lain, jika berlaku.
Misalnya, pemilik rekening BCA Xpresi memiliki limit tarik tunai dalam sehari yaitu Rp10 juta. Maka pemilik rekening ini tidak bis melakukan tarik tunai melebihi Rp10 juta dalam sehari.
Biaya transfer antar bank
BCA
Real Time Online (RTO): Rp6.500/transaksi.
BI-Fast: Rp2.500/transaksi.
Real Time Gross Settlement: Rp25.000/transaksi lewat KlikBCA Bisnis dan Rp30.000/transaksi di kantor cabang dengan nominal transaksi minimal di atas Rp100 juta
Sistem kliring: Rp2.900/transaksi dengan nominal transaksi di bawah Rp1 miliar.
Mandiri
BI-Fast: Rp2.500/transaksi.
Transfer antar bank via ATM non Mandiri: Rp4.000/transaksi (ATM LINK sesama bank anggota Himbara), Rp6.500/transaksi (ATM Bersama, ATM Prima, dan ATM Link)
RTGS: Rp30.000/transaksi dengan nominal transaksi di atas Rp100 juta
Sistem kliring: Rp2.900/transaksi (nominal transaksi di bawah Rp1 miliar)
BRI
BI-Fast: Rp2.500/transaksi
Sistem kliring: Rp2.900/transaksi
RTGS: Rp35.000/transaksi (nasabah non BRI), Rp30.000/transaksi (nasabah BRI)
Transfer via ATM non BRI: Rp6.500/transaksi (ATM LINK non Himbara, ATM Prima, ATM Artajasa)
CIMB Niaga
BI-Fast: gratis dengan menggunakan Octo Clicks, Octo Mobile dan kantor cabang
RTO: Rp6.500/transaksi
RTGS: Rp25.000/transaksi
Sistem kliring: Rp2.900/transaksi
BNI
Sistem kliring: Rp5.000/transaksi dengan nominal transaksi Rp500 juta
RTGS: Rp25.000/transaksi dengan minimal nominal transaksi di atas Rp100 juta
RTO: Rp6.500/transaksi
BI-Fast: Rp2.500/transaksi
Biaya transaksi luar negeri
Selain menggunakan kartu debit untuk pembayaran saat bepergian ke luar negeri, nasabah juga dapat menggunakannya untuk menarik uang dari ATM di luar negeri.
Meskipun demikian, nasabah akan dikenakan biaya perbankan jika menggunakan kartu debit dalam transaksi internasional apa pun. Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk memperoleh kartu kredit tanpa biaya transaksi luar negeri sebelum perjalanan besar berikutnya.
Namun, menggunakan ATM asing merupakan cara mudah untuk memperoleh mata uang lokal dan kemungkinan lebih murah daripada opsi penukaran mata uang lainnya, bahkan setelah memperhitungkan biayanya.
Cobalah untuk menarik uang dalam jumlah yang lebih besar dari ATM internasional untuk membenarkan biaya tetap dan selalu mintalah untuk ditagih dalam mata uang lokal, bukan mata uang lokal nasabah. Melakukan hal yang terakhir merupakan kesalahan besar dalam hal keuangan saat bepergian.