Alipay+ Incar Pasar Indonesia, Siap Ikut Aturan Bank Indonesia
Alipay+ sebenarnya sudah berkolaborasi dengan BI serta beberapa perusahaan dompet digital (e-wallet) di Indonesia semisal DANA.
TrAnt International selaku perusahaan penyedia platform pembayaran seperti Alipay+, mengaku siap mengikuti regulasi dari Bank Indonesia (BI) agar bisa bermain di sektor industri jasa keuangan Tanah Air.
President of Ant International Douglas Feagin mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah berkolaborasi dengan BI serta beberapa perusahaan dompet digital (e-wallet) di Indonesia semisal DANA.
"Indonesia adalah pasar yang penting bagi kami untuk mengembangkan bisnis. Kami bekerja dengan Bank Indonesia serta dengan partner di negara ini untuk mengimplementasikan produk kita," ujar Douglas dalam sesi jumpa media secara daring di Bangkok, Thailand, Selasa (13/1).
"Saya ingin menunjukkan bahwa kami telah berinvestasi di DANA, dan menjadi salah satu wallet besar di Indonesia. kami benar-benar puas dengan kemitraan kami dengan Sinarmas (salah satu pemegang saham DANA) dalam membangun bisnis tersebut," bebernya.
Untuk sektor bisnis lainnya, Alipay+ juga bertekad untuk menghadirkan sistem pembayaran lintas negara bagi produk e-wallet dari Indonesia.
"Alipay+ ingin menghadirkan cross-border solution untuk wallet dari Indonesia yang berkembang di luar negari, dan untuk pengguna Alipay+ yang datang ke Indonesia. Jadi kami melakukannya secara bertahap untuk mengikuti regulasi dan pendekatan Bank Indonesia," tutur dia.
Dorong Penyelesaian G2G
Lebih lanjut, Douglas menyebut bahwa Bank Indonesia memprioritaskan beberapa penyelesaian secara government to government (G2G) sebagai langkah pertama. Oleh karenanya, Ant International siap mengikuti hal tersebut.
"Sehingga kami bekerja dengan mengikuti aturan mereka. Kami berpikir bahwa akhirnya kami akan menyediakan cross-border Solution yang sangat menarik bagi pelanggan Indonesia melalui e-wallets dan aplikasi perbankan mereka," ungkapnya.
"Indonesia adalah pasar yang sangat menarik. Kami sangat bersemangat dengan peluang-peluang yang ada di sana," tegas Douglas.
Besar di UMKM ASEAN
Adapun di Asia Tenggara (ASEAN), Ant International telah bekerja sama dengan mitra lokal selama lebih dari satu dekade dan banyak dipakai oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, Alipay+ juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa pengembang platform seluler di ASEAN. Selain DANA di Indonesia, Alipay+ juga telah bekerjasama dengan GCash di Filipina, TrueMoney di Thailand, dan TNG Digital di Malaysia.
Pada 2025, tiga aplikasi di tingkat regional pun mulai membangun super app berbasis AI dengan dukungan Ant International melalui GenAI Cockpit.