20 Perjalanan KA Srilelawangsa Dibatalkan, KAI Sumut Perbaiki Jalur Medan–Binjai yang Ambles
Pekerjaan ini merupakan bentuk komitmen KAI menjaga prasarana agar kembali berfungsi optimal dan dapat segera melayani penumpang pascabanjir.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara membatalkan 20 perjalanan KA Srilelawangsa akibat kerusakan jalur Medan–Binjai yang terdampak banjir. Tiga titik jalur di KM 8+3/4, KM 9+5/8, dan KM 15+5/6 mengalami ambles dan longsor sehingga tidak dapat dilintasi.
Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin mengatakan, pihaknya kini fokus melakukan normalisasi jalur untuk memastikan keselamatan perjalanan. Ia menyebut tiga titik tersebut mengalami gogosan dalam sepekan terakhir.
"KAI saat ini melakukan penambahan serta pemadatan batu balas sebanyak 800 hingga 1.200 meter kubik pada jalur terdampak. Batu balas dikirim dari Stasiun Bamban,” ujar As’ad, Senin (1/12).
Menurutnya, pekerjaan ini merupakan bentuk komitmen KAI menjaga prasarana agar kembali berfungsi optimal dan dapat segera melayani penumpang pascabanjir.
"Diharapkan setelah seluruh perbaikan selesai, jalur Medan–Binjai dapat kembali beroperasi maksimal dan memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi masyarakat," katanya.
Rincian Perjalanan KA yang Dibatalkan
Sementara itu, Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink, Ayep Hanapi, menyampaikan total 20 perjalanan yang dibatalkan terdiri atas 17 perjalanan relasi Medan–Binjai dan 3 perjalanan relasi Medan–Binjai–Kualabinge.
Ia memastikan perjalanan KA relasi Medan–Bandara Kualanamu tetap beroperasi normal karena tidak terdampak banjir.
"PT Railink menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan perjalanan KA Srilelawangsa. Keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga perjalanan hanya dapat dilakukan jika kondisi jalur dinyatakan aman oleh petugas," ujar Ayep.