Uranium 24.112 Ton di Kalbar, Alif Jebolan ITB Bongkar Rumus Dijadikan KWH Bisa Terangi Indonesia 76 Tahun Kedepan
Begini hitung-hitungan uranium ala mahasiswa ITB yang mampu terangi Indonesia 76 tahun ke depan.
Potensi temuan uranium terdeteksi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) yang diperkirakan mencapai 24.112 ton.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini mempersiapkan aturan untuk pengolahan uranium sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Selain itu, karena pengolahan uranium masuk ke dalam wilayah usaha radioaktif, pemerintah masih berupaya menata perizinannya karena masuk ranah radioaktif.
Pemerintah akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk membahas pengolahan radioaktif berupa uranium untuk PLTN ini.
Melihat potensi ini, pemerintah akan membangun PLTN dengan kapasitas 500 megawatt seperti dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034.
PLTN ini direncanakan akan berada di Sumatera dan Kalimantan dengan kapasitas mencapai 250 megawatt dan ditargetkan masuk ke jaringan PLN pada 2032-2033.
Jumlah Listrik dari Potensi Uranium 24 Ribu Ton
Alif Jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam TikTok pribadinya @aliftowew mencoba menganalisa temuan uranium sebanyak 24 ribu ton di Kalimantan Barat.
Lewat rumus fisika, ia menjelaskan bagaimana jumlah uranium itu bisa memberikan dampak bagi kelistrikan di Tanah Air.
"Kita gunain rumus paling terkenal di dunia, apa nih? E sama dengan MC kuadrat. M di sini bukan masa totalnya ya, tapi mass defect-nya. Makanya M di sini bisa ditulis dengan delta M," ucapnya.
Ia memperkirakan dari total 24 ribu ton itu, hanya 4% yang kemungkinan bereaksi visi sehingga ditemukan angka 964 kg.
"Misalkan Indonesia punya 24.000 ton. Nah yang bereaksi visi itu enggak semuanya, cuma 4% saja. Nah berarti kali 4% jadi segini nih yang bereaksi, 964 kg," sambungnya.
Untuk mencari jumlah atom yang beraksi, ia memakai rumus apogadro dan ditemukan jumlah atom yang cukup besar.
"Itu ada berapa atom yang bereaksi? Kita gunain rumus Avogadro ada segini atom. 2,473 x 10 pangkat 27. Ingat! Triliun itu nolnya 9, ini berarti nolnya belakangnya ada 27 atom," jelasnya.
Bisa Terangi Indonesia Puluhan Tahun
Setelah ditemukan jumlah tersebut, lantas ia menjelaskan bagaimana atom tersebut bisa bereaksi.
"Nah reaksinya tuh gimana? Reaksi berantai-nya tuh. Pertama, neutron ini nembak uranium. Dia berubah jadi Ba sama Kr dan jadi tiga neutron lagi."
"Tiga neutron ini bakal nembak lagi uranium. Jadi reaksi berantai. Nah energinya tuh dari ini nih, dari energi ikat yang terlepas," jelasnya.
Ia mengutip penjelasan Einstein yang menyebut energi itu merupakan Massa atau Mass Defect.
"Nah yang jadi masa ini tuh cuma 0,091%. Jadi mass defect-nya segini nih, 878 kg. Nah ini yang menghasilkan energi."
"Kita masukin M ini ke rumusnya Einstein, delta M C kuadrat. Dapat segini energinya, 7,91 x 10 power 19 Joule. Nah ini kita enggak ngerti ya, gunain konteksi jadi kwh, biar ngerti jadi listrik," tambahnya.
Dari perhitungan itu ditemukan angka 2000 triliun kwh. Jumlah itu mampu menerangi Indonesia selama 76 tahun ke depan.
"Nah 1 kwh tuh segini Joule. Jadi dapet segini nih, 2,19 x 10 power 13. Ini sekitar berapa ya? 2000 triliun kwh."
"Wow. Indonesia ini 2023 kemarin segini konsumsinya, 2,89 x 10 power 11. Berarti dengan besar-besar gitu uraniumnya bisa nerangin Indonesia selama 76 tahun ke depan. Jadi Indonesia bisa terang menerang. Ya mudah-mudahan pemerintah bisa memanfaatkan uranium," katanya.