Surat Dalam Botol Berusia 1 Abad Lebih Ditemukan di Pantai Australia, Isinya Wasiat Tentara Perang Dunia I
Apa pesan yang ingin disampaikan oleh dua prajurit yang tertulis dalam surat yang ditemukan di dalam botol kaca ini?
Liburan di pantai selalu dihubungkan dengan gelombang ombak yang menyapu makhluk kecil di tepi laut. Namun, bagi keluarga Brown, waktu bersantai mereka di Pantai Wharton, dekat Esperance, di Australia Barat, dimanfaatkan untuk kegiatan rutin membersihkan sampah.
Pada hari itu, mereka tidak menyangka bahwa momen keluarga tersebut akan menjadi sangat emosional setelah menemukan sebuah botol yang berisi surat. Botol berlabel Schweppes itu ternyata telah terpendam di pasir pantai Australia selama lebih dari satu abad sebelum akhirnya muncul ke permukaan pada 9 Oktober, seperti yang dilaporkan oleh CNN pada Sabtu (1/11/2025).
Keluarga Brown tidak menyangka akan menemukan sepotong sejarah yang berharga. Peter, kepala keluarga Brown, bersama putrinya Felicity, menemukan botol tersebut saat mereka tengah membersihkan sampah. Di dalam botol kaca bening yang berukuran kecil dan memiliki dinding tebal yang masih utuh, terdapat dua surat yang ditulis oleh Prajurit Malcolm Neville (27) dan William Harley (37) pada 15 Agustus 1916.
Perjalanan Terakhir Dua Prajurit PD I
Pada 12 Agustus 1916, kedua tentara itu menuliskan pesan mereka saat kapal pengangkut pasukan HMAT A70 Ballarat berlayar meninggalkan Adelaide, ibu kota Australia Selatan. Mereka melakukan perjalanan menuju Front Barat Eropa untuk memperkuat Batalyon Infanteri Australia ke-48.
Namun, nasib tidak berpihak kepada mereka. Keduanya memiliki takdir yang berbeda dan tidak sempat menyelesaikan tugas negara bersama. Neville gugur dalam pertempuran setahun kemudian, sedangkan Harley sempat terluka dua kali dan selamat dari perang.
Sayangnya, Harley meninggal di Adelaide pada tahun 1934 akibat kanker yang diyakini keluarganya disebabkan oleh paparan gas beracun yang digunakan oleh Jerman di parit perang.
Berisi Wasiat
Dari isi surat tersebut, Neville meminta penemu botol untuk menyampaikan suratnya kepada ibunya, Robertina Neville, yang tinggal di Wilkawatt, sebuah kota kecil di Australia Selatan yang kini hampir menjadi kota mati. Di sisi lain, Harley, yang ibunya telah meninggal dunia pada tahun 1916, menuliskan bahwa ia akan merasa senang jika penemu botol dapat menyimpan suratnya sebagai kenangan.
Dalam suratnya, Neville juga menceritakan tentang kondisi kapal yang mengangkut mereka menuju Eropa.
"Kapal ini bergoyang-goyang dan terombang-ambing, tetapi kami sama bahagianya dengan Larry," tulisnya, menggunakan ungkapan khas Australia yang berarti "sangat bahagia."
Pesan yang Tersembunyi
Dari pesan yang ditulis oleh Neville, ia menyampaikan bahwa ia dan rekan-rekannya berada di suatu tempat di laut. Sedangkan Harley mencatat bahwa mereka berada "di suatu tempat di teluk."
Teluk yang dimaksud adalah Teluk Besar Australia, yang memiliki perairan luas yang membentang dari timur Adelaide hingga Esperance di sisi barat. Deb Brown menjelaskan bahwa botol tersebut tidak hanya terhanyut, tetapi ia menduga botol itu telah terdampar di pantai selama lebih dari seratus tahun, terkubur di bawah lapisan pasir.
Erosi yang signifikan yang terjadi di Pantai Wharton dalam beberapa bulan terakhir mungkin telah menggeser pasir dan mengangkat botol tersebut ke permukaan. Meskipun kertas di dalam botol itu basah dan rapuh, tulisan pensil dari kedua tentara tersebut masih dapat dibaca dengan jelas. Hal ini memungkinkan Deb Brown untuk menghubungi keluarga dari kedua prajurit tersebut.
Bertemu Cucu dan Cicit Keturunannya
Hasilnya, cucu perempuan Harley, Ann Turner, berhasil bertemu dengannya dan mengungkapkan bahwa keluarganya sangat terkejut menerima surat dari kakeknya.
"Kami sungguh tidak percaya. Rasanya benar-benar seperti keajaiban dan seolah kakek kami telah mengulurkan tangan dari masa lalu untuk menyapa kami," kata Turner kepada Australian Broadcasting Corp.
Di sisi lain, cicit dari Neville, Herbie Neville, menyatakan bahwa penemuan ini telah mempertemukan kembali keluarganya dengan isi surat yang menyimpan kisah luar biasa dari masa lalu.
"Isi surat tersebut menunjukkan betapa senangnya dia pergi berperang. Sungguh menyedihkan apa yang akhirnya terjadi. Sangat menyedihkan dia kehilangan nyawanya, tetapi dia sungguh pria yang luar biasa," ujarnya.
Dengan selembar kertas dalam botol kecil, suara dua prajurit tersebut akhirnya tersimpan dalam kenangan, mengingatkan kita bahwa waktu yang telah berlalu akan selalu menemukan jalan untuk kembali kepada pemilik suratnya.