Puluhan Tahun Tidak Bertemu, Letjen Kunto Arief Sambangi Mantan Anak Buahnya Pakai Motor Sampai Berpelukan Haru
Momen Letjen Kunto Arief temu kangen bareng mantan anak buah di koramil.
Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Wibowo belum lama ini melaksanakan touring motor bersama sejumlah anggotanya.
Dalam sebuah video unggahan kanal YouTube halo biru, Letjen Kunto tak sendirian dalam beraksi di atas motor. Beberapa pejabat di Kogabwilhan I juga ikut turun seperti Letkol Inf Rahmat Wijaya (Kasandi Kogabwilhan I), Laksma TNI Komang Teguh Ardana (Asops Kogabwilhan I), Kolonel Inf Bambang Wijayadi (Paban I/Ren Sops Kogabwilhan I), dan Kolonel Kal Heru Prasetyo (Paban II/Duklog Slog Kogabwilhan I).
Mereka pun kompak melakukan konvoi menggunakan kendaraan dinas sembari berkunjung ke beberapa tempat di Aceh Timur.
Jumpa Mantan Anak Buah
Salah satu tempat yang dituju oleh Letjen Kunto Arief dan rombongan adalah Koramil 05 Idi Rayeuk yang berad di Aceh Timur.
Seusai tiba di lokasi, ia disambut oleh Danramil 05 Idi Rayeuk, Kapten Inf Nana Setiana dan beberapa prajurit.
Menurut informasi yang dibagikan, Kunto Arief sempat bertemu lagi dengan mantan anak buahnya yang saat ini bertugas di koramil tersebut.
Jiwa seorang pemimpin yang disegani anak buahnya terlihat tatkala mantan anak buahnya masih mengingat dan melepas rindu dengan memeluk Kunto Arief.
Bak seorang sahabat yang lama tidak berjumpa, Kunto memeluk hangat salah satu mantan anak buahnya hingga membuat sang prajurit terharu.
Beberapa prajurit lain pun diketahui pernah menjadi bagian dari jajaran Kunto Arief. Salah satunya seorang prajurit bernama Imam yang berasal dari Purworejo.
Imam mengaku pernah menjadi anak buah Kunto Arief pada tahun 2000 dan 25 tahun kemudian baru bertemu lagi.
"Baru pindah 2015, dulu sama bapak dari tahun 2000. 25 tahun yang lalu baru ketemu lagi," jelasnya.
Borong Telur Milik Koramil
Selain melepas rindu dengan anggotanya, Mayjen Kunto Arief juga sempat melihat-lihat kondisi di lingkungan Koramil.
Sang jenderal tertarik dengan salah satu sudut bangunan yang dipergunakan untuk ternak ayam. Ia pun tertarik untuk memborong telur yang dihasilkan dari ternak tersebut.
"Kami ada 8 ekor," kata Danramil.
"Satu ekor berarti berapa?" tanya Letjen Kunto.
"Satu ekor 50rb," jawab Danramil.
Selain memborong telur, Letjen Kunto juga memberikan bantuan berupa campuran pakan dan minuman ternak agar hewan tetap sehat dan kotorannya tidak berbau.