Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo jalan-jalan keliling Batam. Salah satu tempat yang ia kunjungi adalah Pulau Galang, yang menjadi tempat pengungsian 250 ribu orang dari Vietnam.
Kunto ditemani oleh rombongan menjelajahi pulau yang memiliki luas sekitar 80 hektar tersebut. Untuk mengenang perjuangan warga Vietnam di zaman dulu, Letjen Kunto menyempatkan waktu untuk mampir di museum pengungsi Vietnam.
Di sana, Kunto bertemu dengan seorang pria bernama Abunawas, yang bekerja sebagai penjaga museum. Mendengar Abunawas menjelaskan sejarah, Kunto hanya bisa melongo dan mendengarkan. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Advertisement
Kunto Menjelajah Pulau Galang di Batam
Momen itu diunggah dalam sebuah video di channel Youtube halo biru. Dalam video tersebut, Letjen Kunto Arief Wibowo bersama rombongan sedang berkunjung ke sebuah museum pengungsi Vietnam yang ada di Pulau Galang.
Letjen Kunto melongo mendengar penjelasan dari penjaga museum bernama Abunawas. Ia menjelaskan satu persatu kronologi kejadian masyarakat Vietnam yang menyelamatkan diri ke pulau tersebut.
“Menurut cerita dari mereka, ada yang berbulan-bulan, ada juga yang berminggu-minggu. Kalau ini satu keluarga yang meninggal di laut. Tidak ketemu daratan, tidak ketemu pulau,” ucap Abunawas ketika menjelaskan koleksi museum.
Museum tersebut terdiri dari lukisan-lukisan yang menggambarkan masyarakat Vietnam zaman dulu yang kesulitan untuk mendapatkan keamanan. Mereka harus berjuang di lautan hanya dengan kapal kecil dan mencari pulau untuk berlindung.
“Dari Natuna terus terdampar ke sini. Jadi mereka terdampar ke Natuna, ke Tanjung Pinang, Dabo Singkep, atau berada di pulau Jawa, tetap dibawa ke sini,” jelas Abunawas.
Advertisement
Melongo Dengar Abunawas Berbahasa Vietnam
Dari penjelasan sang penjaga, Letjen Kunto tampak sangat tertarik dengan sejarah masyarakat Vietnam yang melakukan perjalanan panjang ke Indonesia. Di sana, Kunto melihat-lihat sambil bertanya tentang peran Indonesia dalam peristiwa tersebut.
Sampai pada akhirnya, Letjen Kunto menanyakan kepada Abunawas tentang kemampuannya dalam berbahasa Vietnam. Abunawas pun mengaku bahwa sampai sekarang masih pandai berbahasa Vietnam karena tidak putus komunikasi dengan masa lalunya.
“Bapak bisa bahasa Vietnam?” tanya Letjen Kunto.
“Alhamdulillah bisa sampai sekarang bapak, kita tidak putus komunikasi,” jawab Abunawas.
“Coba, coba jelasin. Jelasin ke kita, kita pingin dengar bahasanya,” kata Letjen Kunto.
Setelah itu, Abunawas memperlihatkan kemampuannya berbahasa Vietnam. Hal itu membuat Letjen Kunto dan istrinya melongo dan mendengarkan meski tidak paham bahasa yang diucapkan oleh Abunawas.
“Sudah mewakili nuansa Vietnam, karena beliau bisa. Keren kan?” ucap Letjen Kunto.
Dalam kunjungan tersebut, putra wapres Try Sutrisno itu tampak sangat antusias dan berkali-kali menanyakan secara detail bagaimana peristiwa sejarah tersebut terjadi. Ia menyimak semua penjelasan Abunawas dari awal sampai akhir.