Momen Bangunin Sahur di Lokalisasi, Banyak 'Kupu-Kupu Malam' lagi Mangkal
Begini jika rombongan pemuda melakukan konvoi sahur di kawasan lokalisasi.
Aksi lucu sekaligus menggelitik dilakukan oleh sejumlah pemuda di Desa Sidaharja saat melakukan Sahur on The Road (SOTR) viral di media sosial.
Jika biasanya kegiatan tersebut dilakukan di permukiman warga, para pemuda itu justru memilih lokalisasi sebagai tujuan.
Melansir dari akun Instagram @tegalterkini.id, Kamis (13/3) rombongan pemuda itu berkonvoi dengan membawa berbagai alat musik. Bahkan, para pemuda itu berteriak keras bak membangunkan warga untuk sahur.
"Yang open BO ayo sahur," teriak para pemuda dari atas kendaraan.
Alhasil aksi mereka menjadi perhatian para wanita penghibur yang pada saat itu masih berjejer di depan kamar mereka masing-masing.
Salfok Beroperasi di Bulan Suci Ramadan
Video tersebut juga membuat netizen salah fokus lantaran masih ada lokalisasi yang buka meski di bulan suci Ramadan.
Jumlah pekerja seks yang aktif di lokalisasi itu pun cukup banyak. Mereka duduk berjejer untuk menyambut para tamu hidung belang yang datang.
Menanggapi hal tersebut, banyak netizen yang mengkritik pemerintah setempat dan meminta agar melakukan razia segera. Menurut mereka, kebiasaan tersebut tidak dapat ditolerir dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.
"Kok bisa pemerintah daerah ngasi ruang ya 🗿," tulis akun @jumadil642
"Ya ampun bulan puasa penuh berka tapi ini apa masih mangkal bikin dosa aja.. ini dilokasi mana emngnya?" tulis akun @hydanger
"Ga ada polisi yg razia kah?" tulis akun @johansuryasimanjuntak
"Harusnya RT setempat yang begitu harus di tutup bulan Ramadhan," tulis akun @abdulq09
Sekilas Lokalisasi Peleman
Lokalisasi Peleman berada persis di tepi Jalan Pantura Kabupaten Tegal tepatnya di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi,Tegal, Jawa Tengah. Sejak lama, lokasi tersebut dipakai oleh para tuna susila untuk bertransaksi seks dengan para hidung belang.
Pada Mei 2017, Lokalisasi Peleman resmi ditutup permanen oleh Bupati Ki Enthus bersama Kementerian Sosial. Bahkan, pemerintah setempat pernah memberikan uang saku kepada penghuni lokalisasi sebesar Rp5,5 juta berupa alat wirausaha.
Meski demikian, Lokalisasi Peleman masih beroperasi secara terselubung. Terbukti, setiap malam lokasi ini banyak dijumpai para kupu-kupu malam di setiap gang untuk menerima tamu mereka.