Sentra QRIS UMKM Hub Malang Resmi Dibuka, Perkuat Ekonomi Digital Jawa Timur
Netzme buka Sentra QRIS UMKM Hub Malang untuk memperkuat adopsi pembayaran digital dan mendukung UMKM Jawa Timur lewat teknologi QRIS yang aman.
Head of Product & Technology Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Tata Martadinata, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pembayaran modern seperti QRIS menjadi kunci penting untuk mendorong UMKM naik kelas.
“Dengan sistem pembayaran Bank Indonesia yang cepat, mudah, dan aman, UMKM diharapkan dapat mengoptimalkan peluang ini secara maksimal,” ujarnya.
Bank Indonesia mencatat pada kuartal ketiga 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 58 juta orang dengan 41 juta merchant, serta nilai transaksi yang melampaui Rp1,9 kuadriliun.
Begitu juga dengan laporan ASPI yang menyebutkan bahwa Jawa Timur menempati posisi ketiga secara nasional dalam jumlah merchant QRIS, yakni 4,6 juta merchant aktif, dengan 869 ribu di antaranya berada di Kota Malang.
Teknologi Baru Dorong Penguatan Ekonomi
Melihat potensi tersebut, Netzme meresmikan Sentra QRIS UMKM kedua, yakni Sentra QRIS UMKM Hub Malang, pada 19 November 2025.
Fasilitas ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan bagi pelaku UMKM, komunitas, event organizer, regulator, dan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi berbasis QRIS kepada masyarakat.
Beberapa teknologi yang dihadirkan antara lain QRIS Soundbox Netzme, QRIS Tap, hingga vending machine berbasis QRIS Tap.CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra, mengatakan bahwa perkembangan digital di Kota Malang dan Jawa Timur menunjukkan momentum positif.
Netzme ingin ikut memperkuat langkah tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, regulator, serta pendamping UMKM, agar pelaku usaha dapat memaksimalkan pemanfaatan QRIS.
“Kami juga berkomitmen memberikan rasa aman bagi UMKM di tengah meningkatnya kasus penipuan, sehingga mereka bisa menggunakan QRIS secara konsisten dan nyaman. QRIS Soundbox Netzme dirancang sebagai perangkat sederhana, terjangkau, dan sesuai kebutuhan UMKM. Kami optimistis teknologi ini dapat mempercepat penguatan ekonomi digital di Jawa Timur sekaligus menjadi solusi pilihan bagi pelaku usaha,” kata Vicky.