Rekam Jejak Kushal Kumar Peramal India yang sebut Kiamat Terjadi 29 Juni 2024
Peramal India ini buat ramai jagad maya tentang ramalannya soal hari kiamat.
Kushal Kumar, seorang peramal India, yang tinggal di Sektor 20 Panchkula, Haryana,
mengklaim telah meramalkan peristiwa global yang signifikan menggunakan bagan astrologi Weda.
Bagan ini, yang berakar kuat dalam budaya Hindu, diyakini sebagai “peta karma kita” berdasarkan kesejajaran planet dan bintang.
Kumar sebelumnya telah meramalkan peningkatan ketegangan antara Israel dan Hamas, Tiongkok dan Taiwan, dan Rusia, serta NATO.
Rekam Jejak
Menurut 'Daily Star' dari Timesnonews, Rabu (26/6), Kumar telah menyatakan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun yang istimewa.
Istimewa yang dimaksudnya adalah tahun yang mengkhawatirkan soal konflik global, khususnya sekitar tanggal 8 Mei kala itu.
Katanya begitu ketegangan akan semakin meningkat antara Korea Utara dan Selatan, Tiongkok dan Taiwan, Timur Tengah, dan Ukraina dan Rusia.
Kumar kini telah meramalkan Perang Dunia 3 dapat dipicu pada hari Selasa, 18 Juni 2024. Ia pun tak menampik jika itu bisa saja terjadi pada 10 atau 29 Juni 2024.
Peramal Baru
Lalu siapa Kushal Kumar ini? Kushal telah disebut sebagai 'Nostradamus' baru, dibandingkan dengan Michel de Nostredame, seorang astrolog Perancis yang terkenal dengan bukunya 'Les Propheties'.
Diterbitkan di 1555, buku ini berisi 942 syair puitis yang diyakini banyak orang telah diprediksi peristiwa sejarah penting seperti Kebakaran Besar London, Revolusi Perancis, kebangkitan Napoleon dan Adolf Hitler, baik perang dunia, maupun Hiroshima dan Pengeboman Nagasaki.
Kumar mengulangi prediksinya, dengan menekankan potensi timbulnya Perang Dunia ke-3 pada tanggal 18 Juni 2024.
Dia mengutip kejadian baru-baru ini, termasuk serangan teroris di perbatasan India-Pakistan, pergerakan militer Korea Utara ke Korea Selatan, dan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Lebanon sebagai indikatornya.
Dia awalnya membuat ini prediksi pada bulan Mei setelah kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi pada kecelakaan helikopter.
Dalam postingan di The Medium, Kumar juga mengatakan bahwa 29 Juni adalah tanggal kritis lainnya. Meskipun prediksi sebelumnya untuk tanggal 10 Juni tidak terjadi.
Dia juga menyebutkan aktivitas teroris baru-baru ini di Jammu dan Kashmir sebagai tanda meningkatnya ketegangan.
Kumar, juga mengemukakan, gejolak politik bisa saja terjadi, dengan adanya beberapa pemimpin berpotensi menjadi sakit parah atau mengundurkan diri.
Dia mengisyaratkan kemungkinan itu intervensi militer di wilayah rentan akibat pergerakan planet saat ini.