Parenting Ala Bos Teknologi: Tips Mendidik Anak dari Mark Zuckerberg hingga Jeff Bezos
Dari Zuckerberg hingga Bezos, para bos teknologi berbagi pandangan tentang parenting, mulai dari pentingnya berpikir kritis hingga aturan screen time.
Para eksekutif teknologi dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, sukses, dan mampu mengubah ide menjadi kenyataan. Mereka juga harus menjadi komunikator dan motivator yang ulung. Sifat-sifat ini tampaknya menjadi hal yang diinginkan banyak orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Banyak yang diketahui tentang bagaimana mereka mengelola perusahaan, namun hanya orang yang tahu bagaimana mereka mendidik anak-anaknya.
Lantas, apa saja nasihat parenting yang mereka berikan, termasuk tentang topik sensitif seperti aturan screen time untuk anak-anak mereka?
Mengutip Business Insider, Jumat (23/8), berikut ini adalah pandangan beberapa tokoh besar di dunia teknologi tentang parenting dan bagaimana mereka menyiapkan anak-anak mereka untuk sukses di dunia modern:
Mark Zuckerberg
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menekankan pentingnya belajar berpikir kritis dan memahami nilai-nilai sejak dini. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Zuckerberg mengatakan bahwa; “hal yang paling penting adalah belajar berpikir kritis dan belajar nilai-nilai saat Anda masih muda.”
Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, juga tidak memberikan segalanya pada anak-anak mereka. Mereka mengajarkan tanggung jawab dengan memberikan tugas rumah tangga dan membawa anak-anak mereka ke tempat kerja untuk melihat bagaimana orang tua mereka bekerja.
Zuckerberg juga cukup ketat soal screen time. Dia membatasi penggunaan TV dan komputer, dan hanya memperbolehkan anak-anaknya menggunakan panggilan video untuk berbicara dengan keluarga.
Satya Nadella
CEO Microsoft, Satya Nadella, pernah mengatakan bahwa orang tuanya membiarkan dia menentukan sendiri apa yang ingin dikejar. Ini memengaruhi caranya mendidik anak-anaknya. Nadella menekankan pentingnya fokus pada apa yang dibutuhkan anak-anak untuk berkembang.
Bersama istrinya, Anu, Nadella juga percaya bahwa anak-anak harus memiliki anjing untuk mengajarkan tanggung jawab dan membangun ikatan emosional. Nadella juga memantau aktivitas anak-anaknya di komputer dan membatasi jenis video dan situs web yang bisa mereka akses.
Sundar Pichai
CEO Google, Sundar Pichai, masih membantu anak-anaknya dengan pekerjaan rumah mereka. Menariknya, ia seringkali menggunakan Google Lens. Pichai mengakui bahwa dia menggunakan teknologi untuk membantu anaknya menyelesaikan tugas matematika. Terkadang teknologi perlu membantu untuk mengajari anaknya.
Sebagai seorang orangtua, dia kadang berpura-pura sedang berpikir keras untuk menyelesaikan pekerjaan rumah itu. Pada 2018, Pichai mengungkapkan bahwa putranya yang berusia 11 tahun belum memiliki ponsel. Tak hanya itu,dia juga membatasi penggunaan TV di rumah.
Bill Gates
Pendiri Microsoft, Bill Gates, menerapkan pendekatan parenting yang disebut “Love and Logic,” yang berfokus pada pengendalian emosi dan menghindari reaksi emosional yang berlebihan saat mendidik anak.
Gates juga berusaha agar anak-anaknya tidak dimanjakan. Dia ingin anak-anaknya memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun, tetapi tidak dengan uang berlebihan yang memungkinkan mereka tidak melakukan apa-apa.
Gates juga memiliki aturan ketat tentang screen time, melarang penggunaan ponsel saat makan malam, dan tidak memberikan ponsel kepada anak-anaknya hingga mereka berusia 14 tahun.
Jeff Bezos
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, mengambil pendekatan yang tidak biasa dalam mendidik anak-anaknya. Barangkali berbeda dari bos-bos teknologi lainnya. Salah satunya adalah dia mengizinkan anak-anaknya menggunakan pisau tajam sejak usia 4 tahun dan alat-alat listrik sejak usia 7 atau 8 tahun.
Bezos percaya bahwa membiarkan anak-anaknya mengambil risiko adalah bagian penting dari pembelajaran. Pendekatan Bezos ini didorong oleh mantan istrinya, MacKenzie Scott, yang lebih memilih anak-anak mereka belajar melalui pengalaman nyata.