Lahan Basah Pertumbuhan AI di Indonesia
Chief Economist OpenAI menyebut Indonesia memiliki peluang untuk menumbuhkan AI.
Aaron “Ronnie” Chatterji, Chief Economist OpenAI menyebut peluang AI sangat potensial jika diterapkan di sektor Pendidikan, apalagi di Indonesia.
Pasalnya, seiring dengan semakin terjangkaunya teknologi AI, para inovator bisa fokus menyelesaikan masalah nyata yang berakar pada konteks budaya, geografis, dan ekonomi setempat.
“Nah, sektor pendidikan adalah salah satu peluang yang sangat menjanjikan,” kata Ronnie.
Dibayangannya, di sektor ini akan ada banyak sumber daya global maupun lokal yang akan terlibat. Hanya saja, tidak gampang. Dibutuhkan seorang entrepreneur yang mampu menemukan formulanya.
“Saya percaya bahwa dibutuhkan seorang entrepreneur dari Indonesia untuk benar-benar menemukan formulanya,” ungkap dia dalam keterangan resmi dari East Ventures, Rabu (2/7).
Sebagaimana diketahui, banyak pelajar di daerah pedesaan Indonesia masih mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan berkualitas, sementara mereka yang berada di wilayah perkotaan lebih diuntungkan dengan keberadaan tenaga pengajar yang mumpuni dan kurikulum pelajaran yang terstandarisasi.
Dalam konteks ini, AI memiliki potensi besar untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui solusi pembelajaran yang dapat diakses secara luas dan berskala. Platform generatif berbasis AI dapat memberikan layanan bimbingan belajar yang dipersonalisasi, konten belajar yang adaptif, dan dukungan bahasa yang disesuaikan dengan keragaman linguistik di Indonesia.
“Teknologi ini bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperluas jangkauan mereka, sehingga pendidikan dapat diakses secara terjangkau di wilayah yang sebelumnya belum terlayani,” ujar dia.
Di Indonesia, AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mayoritas warga Indonesia menggunakan AI untuk untuk mencari informasi, berbelanja online, serta menyunting foto dan video.
Menurut survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center, AI dapat meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pengambilan keputusan melalui kemampuannya dalam memproses data, sehingga mempercepat pertumbuhan bisnis dan ekonomi digital.