Kemajuan Teknologi Harus Sinergi dengan Nilai-Nilai Kemanusiaan
Keberagaman budaya harus menjadi inti dari pengembangan dunia digital.
Chairman CODHES 2025 dan Head of Program Global Business Chinese BINUS University, Jureynolds mengatakan, di era kemajuan teknologi dibutuhkan sinergi dengan nilai-nilai Kemanusiaan. Hal ini demi membangun keberlanjutan global.
“Teknologi digital memberi kita kecepatan dan efisiensi yang luar biasa, tetapi tanpa nilai-nilai kemanusiaan, inovasi bisa kehilangan arah. Humaniora digital hadir untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keberlanjutan,” ujar dia.
Senada diungkapkan Prof. Bart Barendregt dari Leiden University. Kata dia, keberagaman budaya harus menjadi inti dari pengembangan dunia digital.
“Inklusi budaya dan keberagaman manusia perlu menjadi bagian dari transformasi digital global. Dunia digital seharusnya memperkuat, bukan menghapus, kekayaan identitas dan ekspresi manusia,” ungkap dia.
Keduanya hadir dan menjadi narasumber pada acara International Conference on Digital Humanities and Environmental Sustainability (CODHES-2025) dengan tema “Sustainability in the Digital Age: Rethinking Humanities, Digitalization, and the Environment". Acara itu digelar Faculty of Humanities Binus University bekerja sama dengan Universitas Brawijaya.
Konferensi dua hari yang digelar di Auditorium BINUS @Kemanggisan Anggrek Campus, Jakarta, ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari Indonesia, Taiwan, Belanda, dan Amerika Serikat untuk membahas peran teknologi digital dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
CODHES menjadi ruang akademik lintas disiplin yang menjembatani hubungan antara kemajuan teknologi, nilai kemanusiaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Selain kedua pembicara tersebut, konferensi juga menghadirkan Prof. E. Leigh Bonds dari The Ohio State University (Amerika Serikat) dan Prof. Dr. Shidarta, S.H., M.Hum. dari BINUS University. Para pemateri membahas topik yang meliputi etika kecerdasan buatan, keberlanjutan digital, serta tantangan hukum dan sosial dalam era Industri 5.0.
Menurut Elisa Carolina Marion, Dekan Faculty of Humanities BINUS University, penyelenggaraan CODHES 2025 merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional dan memperluas cakrawala riset humaniora digital.
“Melalui CODHES, BINUS University berupaya menghubungkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Ini adalah komitmen kami untuk menjadi bagian dari solusi global,” ujar Elisa.