Ini Bocoran Harga dan Spek Samsung Galaxy S24 Jelang Peluncuran
Samsung Galaxy S24 dikabarkan akan segera meluncur di pertengahan Januari tahun ini.
Samsung Galaxy S24 dikabarkan akan segera meluncur di pertengahan Januari tahun ini.
Ini Bocoran Harga dan Spek Samsung Galaxy S24 Jelang Peluncuran
Samsung Galaxy S24 dikabarkan akan segera meluncur di 17 Januari tahun ini.
Banyak pihak yang menilai Samsung Galaxy S24 ini akan memiliki 3 seri yakni Galaxy S24, Galaxy S24+, dan Galaxy S24 Ultra. Lalu, berapa perkiraan harganya?
Mengutip Gadget360, Selasa (9/1), Samsung diperkirakan akan menjaga harga seri Galaxy S24 tetap sama dengan seri Galaxy S23-nya. Selain itu, bocoran baru kembali menegaskan keberadaan fitur SMS satelit darurat di jajaran Galaxy S24.
Berdasarkan bocoran diberagam media luar, menyebutkan bahwa Samsung Galaxy S24 akan dibanderol dengan harga yang sama dengan kisaran Galaxy S23.Ini pada dasarnya berarti Galaxy S24, Galaxy S24+, dan Galaxy S24 Ultra yang akan datang akan dibanderol dengan harga mulai dari USD799 (Rp 12 juta), USD999 (Rp 15 juta), dan USD 1.199 (Rp 18 juta). Harga itu baru prediksi semata.
Rencana Samsung untuk melengkapi SoC Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3 pada Galaxy S24 Ultra dan chip Exynos 2400 internal pada Galaxy S24 dan Galaxy S24 Plus di pasar tertentu diharapkan dapat membantu perusahaan mempertahankan harga.
Kabarnya, perusahaan memasang target penjualan produk di atas 33 juta unit akibat kebijakan pembekuan harga ini. Ini akan menandai peningkatan 10 persen dibandingkan seri Galaxy S23.
Secara terpisah, laporan SamMobile menyebutkan bahwa Samsung akan menghadirkan fitur SMS satelit darurat untuk seri Galaxy S24. Laporan tersebut mencakup tangkapan layar dari ponsel Galaxy yang menunjukkan fungsi yang disebut 'SMS darurat melalui satelit'.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim SMS darurat menggunakan konektivitas satelit ketika mereka berada di luar jangkauan atau tidak terhubung ke jaringan seluler.
Sebelumnya, Apple memperkenalkan konektivitas satelit dengan iPhone 14 tahun lalu.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghubungi layanan darurat selama situasi seperti bencana alam dan petualangan di hutan belantara.
Awalnya, layanan ini eksklusif untuk AS dan Kanada dan Apple memperluas ketersediaannya ke lebih banyak negara baru-baru ini.