China Tambah Pengaruh di Luar Angkasa, Gandeng Pakistan Kirim Astronot
China juga mengumumkan kemitraan strategis dengan Pakistan dalam pengiriman astronot asing pertama ke Tiangong.
China berhasil meluncurkan misi berawak Shenzhou-20 pada Rabu, 24 April 2025, mengirimkan tiga astronaut ke stasiun luar angkasa Tiangong. Peluncuran berlangsung dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China pukul 17:17 waktu setempat, menggunakan roket Long March-2F.
Misi ini menandai peluncuran berawak ke-15 dalam program Shenzhou serta misi ke-20 sejak program dimulai lebih dari 30 tahun lalu. Tiga astronaut yang bertugas dalam misi ini adalah Chen Dong, Chen Zhongrui, dan Wang Jie.
Mereka akan tinggal di stasiun Tiangong selama enam bulan untuk melakukan eksperimen ilmiah, aktivitas luar kendaraan (EVA), serta pemasangan pelindung terhadap puing antariksa.
Media pemerintah China melaporkan bahwa misi telah berhasil masuk orbit sesuai jadwal. “Peluncuran berjalan dengan sukses dan semua sistem berfungsi normal,” ungkap laporan CCTV tak lama setelah konfirmasi.
Di tengah peluncuran ini, China juga mengumumkan kemitraan strategis dengan Pakistan dalam pengiriman astronaut asing pertama ke Tiangong. Islamabad saat ini sedang menjalankan proses seleksi untuk memilih calon astronaut yang akan dilatih dan dikirim dalam misi mendatang.
“Kami tengah memperluas kerja sama internasional dalam eksplorasi ruang angkasa,” kata seorang pejabat senior China yang dikutip Reuters.
Langkah ini menegaskan ambisi China memperkuat posisinya sebagai kekuatan antariksa global, khususnya setelah dikeluarkan dari kemitraan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) oleh AS sejak 2011.
Sejak saat itu, Beijing membangun infrastruktur luar angkasa sendiri dan membuka kerja sama bagi negara-negara lain melalui stasiun Tiangong.
China berkomitmen menjadikan Tiangong sebagai laboratorium orbital jangka panjang dan platform kolaboratif internasional di tengah persaingan global dalam eksplorasi ruang angkasa.