Cara Baru Android 16 Bentengi Peretasan USB
Google berencana menambahkan fitur keamanan pada Android yang memungkinkan pengguna untuk menghindari risiko peretasan melalui USB.
Kehadiran Android 16 akan meningkatkan tingkat keamanan pada smartphone dan perangkat lainnya milik pengguna. Dengan peluncuran ini, Android 16 berfokus pada penguatan perlindungan terhadap serangan yang memanfaatkan perangkat USB untuk meretas dan mencuri data sensitif.
Mengutip dari Android Headlines pada Selasa (29/4), Google telah berkomitmen untuk memperkuat keamanan sistem Android demi melindungi penggunanya. Salah satu langkah yang diambil adalah melawan peretasan Android melalui USB, sejalan dengan peluncuran Android 16.
Menurut laporan dari Android Authority, terdapat fitur baru dalam Android 16 Beta 4 yang dapat memblokir akses perangkat USB. Mode keamanan ini menggunakan Mode Perlindungan Lanjutan Android untuk mengunci perangkat Android.
Dengan pengaturan ini, perangkat USB tidak dapat digunakan pada smartphone atau tablet Android yang terkunci. Sebagai informasi tambahan, Android mengizinkan penggunaan perangkat USB ketika ponsel dalam keadaan tidak terkunci.
Perangkat yang dimaksud bisa berupa penyimpanan USB atau adaptor USB yang menghubungkan periferal seperti keyboard. Fitur keamanan Android 16 ini sangat relevan, mengingat banyak pengguna Android yang menyimpan file penting di smartphone atau tablet mereka. Terlebih, smartphone modern kini dilengkapi dengan kapasitas penyimpanan internal yang cukup besar.
USB Timbulkan Risiko Keamanan
Meskipun demikian, ada sejumlah pengguna yang lebih memilih untuk menyimpan file mereka di USB eksternal. Di samping itu, beberapa dari mereka juga menggunakan keyboard eksternal saat mengetik.
Namun, perlu dicatat bahwa hal ini dapat menimbulkan risiko keamanan yang serius jika perangkat tersebut jatuh ke tangan peretas. Google telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah USB berfungsi ketika smartphone atau tablet pengguna dalam keadaan terkunci.
Contohnya, jika smartphone dicuri, pencuri tersebut mungkin berusaha membobol perangkat untuk mengakses informasi sensitif yang tersimpan di dalamnya. Untuk mengatasi masalah ini, Google menerapkan Advanced Protection Mode (APM) atau Mode Perlindungan Lanjutan di Android 16, yang tidak memerlukan proses aktivasi dari pengguna.
Langkah-langkah Bermanfaat ketika HP Android Dicuri
Mode ini dapat diaktifkan secara manual untuk mengecek kemampuan pemblokiran USB yang baru. Ketika APM diaktifkan dan pemblokiran sinyal data USB diaktifkan, mencolokkan perangkat USB seperti drive penyimpanan tidak akan berfungsi.
Hal ini disebabkan oleh Android yang memblokir akses dan memberikan pemberitahuan kepada pengguna bahwa perangkat harus dibuka kuncinya agar dapat berfungsi. Langkah keamanan ini bertujuan untuk melindungi perangkat USB yang baru dicolokkan dari akses yang tidak sah.
Jika perangkat USB dicolokkan dan ponsel dalam keadaan terkunci, Android tidak akan memaksa perangkat USB tersebut untuk terputus.
Dengan demikian, pengguna tetap dapat menjaga keamanan data pada perangkat USB yang terhubung. Ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses informasi yang ada di dalam perangkat USB tersebut. Dalam konteks ini, penting bagi pengguna untuk memahami cara kerja sistem keamanan yang diterapkan oleh Android.