Sejumlah Penyakit yang Ternyata Tergolong Sebagai Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun terjadi saat sistem imun menyerang sel sehat, dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan kesehatan, dengan gejala yang bervariasi.
Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Beberapa jenis penyakit autoimun yang umum di antaranya adalah rheumatoid arthritis, penyakit Crohn, dan beberapa gangguan tiroid.
Sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting dalam melindungi diri dari penyakit dan infeksi. Dilansir dari Health Line, saat mendeteksi keberadaan kuman atau patogen, sistem ini menciptakan sel-sel baru untuk melawan sel asing tersebut. Namun, pada individu dengan penyakit autoimun, sistem kekebalan justru salah mengenali bagian tubuh sendiri, seperti sendi atau kulit, sebagai benda asing. Akibatnya, sistem imun melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel sehat.
Penyebab Penyakit Autoimun
Para dokter belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi keliru dalam mengenali sel tubuh sendiri. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit autoimun, di antaranya:
- Jenis Kelamin. Perempuan yang berusia antara 15 hingga 44 tahun lebih rentan mengalami penyakit autoimun dibandingkan laki-laki.
- Riwayat Keluarga. Faktor genetik dapat berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit autoimun. Meskipun demikian, faktor lingkungan juga memiliki pengaruh besar.
- Faktor Lingkungan. Paparan sinar matahari, merkuri, zat kimia seperti pelarut atau pestisida, asap rokok, serta infeksi bakteri dan virus (termasuk COVID-19) dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit autoimun.
- Etnisitas. Beberapa penyakit autoimun lebih sering ditemukan pada kelompok etnis tertentu. Misalnya, penyakit lupus lebih umum terjadi pada individu keturunan Afrika-Amerika, Hispanik, dan Latin, sementara penyakit autoimun pada otot lebih banyak ditemukan pada individu keturunan Eropa dan Amerika Serikat.
- Nutrisi. Pola makan dan kecukupan nutrisi dapat memengaruhi risiko serta tingkat keparahan penyakit autoimun.
- Kondisi Kesehatan Lainnya. Obesitas dan penyakit autoimun lainnya juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan penyakit autoimun tambahan.
Gejala Penyakit Autoimun
Gejala awal dari berbagai jenis penyakit autoimun sering kali mirip. Beberapa gejala yang umum dialami penderita antara lain:
- Kelelahan
- Pusing atau merasa melayang
- Demam ringan
- Nyeri otot
- Pembengkakan
- Kesulitan berkonsentrasi
- Mati rasa dan kesemutan pada tangan serta kaki
- Rambut rontok
- Ruam kulit
Pada beberapa kondisi seperti psoriasis atau rheumatoid arthritis (RA), gejala bisa datang dan pergi. Masa ketika gejala muncul disebut flare-up, sementara masa tanpa gejala disebut remisi.
Selain gejala umum, setiap penyakit autoimun juga memiliki ciri khas tergantung organ yang diserang. Contohnya, diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus berlebihan dan penurunan berat badan, sedangkan IBD (inflammatory bowel disease) memicu kembung dan diare.
Jenis-Jenis Penyakit Autoimun yang Umum
Hingga kini, para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 100 jenis penyakit autoimun. Berikut adalah beberapa yang paling umum:
Hingga kini, para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 100 jenis penyakit autoimun. Berikut adalah beberapa yang paling umum:
1. Diabetes Tipe 1
Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan dapat merusak pembuluh darah serta organ tubuh lainnya.
2. Rheumatoid Arthritis (RA)
Pada RA, sistem imun menyerang sendi, menyebabkan peradangan dan kekakuan. RA umumnya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi sejak usia 30-an atau bahkan di masa anak-anak (juvenile idiopathic arthritis).
3. Psoriatic Arthritis
Penyakit ini menyebabkan pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat, membentuk bercak-bercak merah bersisik di kulit. Sekitar 30% penderita psoriasis juga mengalami radang sendi psoriatik.
4. Multiple Sclerosis (MS)
MS menyerang lapisan pelindung saraf di sistem saraf pusat, memperlambat sinyal antara otak dan tubuh. Salah satu dampak paling umum dari MS adalah gangguan mobilitas, termasuk kesulitan berjalan.
5. Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD)
IBD adalah kelompok penyakit yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan. Ada dua jenis utama:
- Penyakit Crohn, yang bisa menyerang seluruh bagian saluran pencernaan, dari mulut hingga anus.
- Kolitis ulseratif, yang hanya menyerang lapisan usus besar dan rektum.
6. Penyakit Graves
Penyakit ini menyerang kelenjar tiroid, menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih. Hal ini mempercepat metabolisme tubuh, yang dapat mengakibatkan gejala seperti detak jantung yang cepat dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
7. Penyakit Sjögren
Penyakit ini menyerang kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur, menyebabkan mata dan mulut menjadi sangat kering.
8. Myasthenia Gravis
Penyakit ini mengganggu sinyal antara saraf dan otot, menyebabkan kelemahan otot yang memburuk saat aktivitas fisik dan membaik setelah istirahat.
9. Penyakit Celiac
Penderita penyakit celiac tidak bisa mengonsumsi gluten karena sistem imun mereka akan menyerang usus kecil, menyebabkan peradangan dan masalah pencernaan.
10. Anemia Pernisiosa
Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menyerap vitamin B12 dengan baik, yang mengakibatkan anemia dan gangguan sintesis DNA. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada lansia berusia 60 hingga 70 tahun.
Pertanyaan Umum Seputar Penyakit Autoimun
1. Bisakah penyakit autoimun disembuhkan?
Secara umum, belum ada obatnya. Namun, gejalanya bisa dikendalikan dengan obat dan terapi. Penelitian untuk menemukan penyembuh masih terus dilakukan.
2. Berapa harapan hidup penderita autoimun?
Kebanyakan penyakit autoimun tidak fatal. Penderita dapat hidup normal dengan harapan hidup yang sama seperti orang sehat.
3. Apa gejala awal autoimun yang paling umum?
Lima gejala yang sering muncul adalah kelelahan, pusing, demam ringan, nyeri otot, dan pembengkakan.
4. Apa penyakit autoimun paling berbahaya?
Myokarditis sel raksasa, kondisi langka yang memicu gagal jantung, dianggap paling mematikan dengan tingkat kematian 70% dalam 1 tahun.
5. Apa penyakit autoimun yang paling sering terjadi?
Yang paling umum adalah artritis psoriatik, RA, penyakit jaringan ikat, MS, gangguan tiroid (seperti Hashimoto), celiac, dan IBD.
Penyakit autoimun adalah gangguan serius yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat. Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik, lingkungan, dan kondisi kesehatan turut berperan dalam meningkatkan risikonya. Beberapa jenis penyakit autoimun meliputi lupus, rheumatoid arthritis, dan diabetes tipe 1. Gejalanya bervariasi, mulai dari kelelahan hingga peradangan kronis.
Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, deteksi dini dan penanganan yang tepat memungkinkan penderita menjalani hidup yang normal dan berkualitas dengan pengelolaan yang baik