Riset UI: Siswa Jawa Barat di Wilayah Pegunungan Lebih Sejahtera daripada Pesisir
Penelitian UI menunjukkan siswa yang bersekolah di daerah pegunungan Jawa Barat memiliki tingkat kesejahteraan lebih baik dibanding pelajar di pesisir.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Neti Hernawati, siswa yang tinggal di daerah pegunungan merasa lebih sejahtera dan memiliki penilaian yang lebih positif terhadap suasana sekolah mereka dibandingkan dengan siswa yang berada di daerah pesisir.
Temuan ini disampaikan dalam disertasi Doktor di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). "Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di wilayah pegunungan merasa lebih sejahtera dan menilai suasana sekolahnya lebih positif dibandingkan siswa di wilayah pesisir," ungkap Neti dalam kutipan yang diambil dari Health Liputan6.com pada Kamis, 15 Januari 2026. Penemuan ini menjadi salah satu hasil signifikan dari studi yang dilakukan oleh Neti.
Selama ini, pengukuran keberhasilan pendidikan di Indonesia sering kali hanya berfokus pada prestasi akademik. Namun, melalui penelitiannya, Neti memberikan perspektif baru dengan menekankan betapa pentingnya kesejahteraan siswa (student well-being) sebagai dasar pendidikan yang berkualitas.
Disertasi yang berjudul Peran Motivasi Akademik dalam Memediasi Pengaruh Efikasi Diri Akademik dan Iklim Sekolah terhadap Kesejahteraan Siswa SMA di Wilayah Perdesaan Pegunungan dan Pesisir Jawa Barat ini memperlihatkan bagaimana latar belakang geografis dapat memengaruhi kebahagiaan serta motivasi belajar remaja.
Dalam penelitian ini, Neti melibatkan siswa SMA kelas XI dari berbagai wilayah di Jawa Barat, yang dikenal masih mengalami ketimpangan dalam kualitas pendidikan. Kesejahteraan siswa dianalisis dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting dalam proses belajar, seperti motivasi akademik, efikasi diri akademik, serta pandangan siswa terhadap iklim sekolah di daerah pegunungan dan pesisir.
"Perbandingan wilayah pegunungan dan pesisir penting karena keduanya memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang sangat berbeda," jelas Neti.
Kondisi Geografis Berpengaruh terhadap Kesejahteraan Siswa
Dalam penjelasannya, dia menyatakan bahwa daerah pegunungan umumnya ditandai dengan komunitas yang lebih homogen, adanya ikatan sosial yang kuat, serta pola kehidupan yang cenderung stabil.
Di sisi lain, daerah pesisir memiliki tingkat mobilitas sosial yang lebih tinggi, interaksi sosial yang lebih dinamis, dan menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta lingkungan yang lebih kompleks.
Perbedaan karakteristik antara wilayah pegunungan dan pesisir dapat memengaruhi efikasi diri akademik, motivasi akademik, iklim sekolah, serta kesejahteraan siswa. Dengan melakukan perbandingan antara kedua wilayah ini, penelitian ini memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana konteks geografis dan sosial dapat membentuk pengalaman pendidikan siswa.
Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa motivasi akademik dan iklim sekolah yang mendukung memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan siswa, baik di wilayah pegunungan maupun pesisir. Namun, efikasi diri akademik atau keyakinan individu terhadap kemampuan belajar mereka tidak secara langsung mempengaruhi kesejahteraan, melainkan dapat berkontribusi melalui motivasi akademik.
Lingkungan Sekolah Berdampak pada Kesejahteraan Siswa
Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat perbedaan dalam model peran motivasi akademik yang berfungsi sebagai penghubung antara efikasi diri akademik dan kesejahteraan siswa di wilayah pegunungan dan pesisir. Di wilayah pegunungan, peran motivasi akademik tampak lebih signifikan.
Hal ini diduga disebabkan oleh tingkat motivasi akademik siswa di daerah pegunungan yang lebih tinggi, yang dipengaruhi oleh keyakinan bahwa pendidikan merupakan alat penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Sementara itu, kesejahteraan siswa di kedua kawasan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh iklim sekolah yang positif. Iklim sekolah ini terutama terwujud melalui kualitas hubungan yang baik dengan guru dan teman sebaya, serta pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional siswa, dibandingkan dengan pengaruh motivasi akademik.
Perlu Meningkatkan Motivasi dalam Bidang Akademik
Menurut hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, penting bagi sekolah-sekolah SMA di Jawa Barat untuk meningkatkan motivasi akademik, efikasi diri, serta menciptakan lingkungan sekolah yang positif. Hal ini bertujuan untuk mendukung kesejahteraan siswa, baik di kawasan pegunungan maupun pesisir. Intervensi yang direncanakan harus mempertimbangkan karakteristik sosial budaya dan geografis dari masing-masing daerah.
Salah satu strategi yang disarankan untuk daerah pegunungan adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan komunitas dan tokoh masyarakat. Di sisi lain, untuk wilayah pesisir, dapat dilakukan peningkatan pembelajaran berbasis tantangan dengan menekankan pada kompetisi sehat dan collaborative learning.
Di kedua wilayah tersebut, penting untuk melibatkan orang tua dan komunitas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan siswa. Selain itu, perlu juga dilakukan peningkatan kompetensi pengajar serta memperkuat peran orang tua dan layanan bimbingan konseling. "
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik," ungkap Neti Hernawati.
Dia berharap bahwa hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi para pembuat kebijakan dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Jawa Barat serta daerah lainnya di Indonesia, dengan tetap mempertimbangkan konteks sosial dan geografis yang ada.