Ini Jenis Cacing yang Umum Menginfeksi Anak-anak, Ketahui Dampaknya Berikut Ini
Ketahui jenis cacing yang umum menginfeksi anak-anak dan dampaknya terhadap kesehatan mereka.
Cacingan adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit cacing yang hidup di dalam tubuh manusia. Kondisi ini sering menyerang anak-anak dan dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan mereka.
Infeksi cacing dapat terjadi melalui berbagai jenis cacing, yang masing-masing memiliki cara penularan dan gejala yang berbeda. Terinfeksi parasit cacing bisa berdampak fatal seperti dialami balita bernama Raya di Sukabumi yang meninggal dunia akibat tubuh dipenuhi cacing.
Kementerian Kesehatan mengingatkan publik menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta makan Albendazol, yakni Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan yang disediakan di puskesmas, guna mencegah penyakit cacingan, menyusul meninggalnya seorang balita Sukabumi akibat penyakit itu.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, selain kedua hal tersebut, Puskesmas Kabandungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat telah mengupayakan sejumlah hal, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak dengan gizi kurang.
Kemudian penyelidikan epidemiologi untuk menggali riwayat dan faktor risiko pada penderita, dan upaya pencegahan agar tidak terjadi infeksi lagi.
Aji menyebutkan, dalam kasus yang menimpa balita di Sukabumi, jenis cacing yang menyebabkan penyakitnya adalah cacing gelang, karena jenis cacing ini ukurannya paling besar, sehingga bisa dilihat dengan mata biasa dan mudah dikenali dengan ukuran berkisar antara 10-35 cm.
"Bila telur infektif tertelan, telur akan menetas menjadi larva di usus halus kemudian menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu terbawa aliran darah ke jantung dan paru hingga bisa menyebabkan terjadinya Pneumonia, dengan gejala batuk, pilek, tidak sembuh dalam waktu lama, bisa keluar cacing dari hidung dan sesak nafas," kata Aji di Jakarta, Rabu (20/8).
Berikut adalah beberapa jenis cacing yang umum menginfeksi anak-anak dirangkum merdeka.com, Kamis (21/8).
Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)
Cacing kremi adalah parasit berukuran kecil yang menyerang usus besar dan rektum manusia. Infeksi cacing kremi, atau enterobiasis, adalah salah satu jenis infeksi cacing yang paling umum terjadi pada anak-anak usia sekolah.
Penularan cacing kremi umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan benda-benda kotor. Telur cacing kremi dapat masuk ke tubuh melalui mulut atau terhirup, terutama saat anak tidak mencuci tangan setelah bermain.
Gejala utama infeksi cacing kremi adalah gatal-gatal pada anus, terutama di malam hari, yang dapat mengganggu tidur anak. Infeksi ini juga dapat menyebar ke area vagina pada anak perempuan.
Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)
Cacing gelang adalah parasit yang dapat hidup di usus manusia dan dapat mencapai ukuran 35 cm. Infeksi cacing gelang (ascariasis) adalah infeksi cacing yang paling umum terjadi di seluruh dunia.
Penularan cacing gelang terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing. Telur cacing dapat masuk ke mulut melalui makanan, tangan kotor, atau air minum yang tidak bersih.
Gejala infeksi cacing gelang seringkali tidak terlihat, namun dapat menyebabkan nyeri perut, mual, muntah, dan penurunan berat badan. Dalam kasus parah, cacing gelang dapat menyumbat saluran cerna.
Cacing Tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale)
Cacing tambang adalah jenis cacing yang berbahaya karena menghisap darah dan dapat menyebabkan anemia. Penularan cacing tambang biasanya terjadi melalui kulit, terutama saat berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.
Gejala infeksi cacing tambang meliputi ruam kulit, demam, batuk, dan penurunan berat badan. Anemia juga dapat terjadi akibat kehilangan darah yang signifikan.
Cacing Cambuk (Trichuris trichiura)
Cacing cambuk hidup di usus besar dan dapat menghisap darah. Penularan terjadi melalui konsumsi tanah atau makanan yang terkontaminasi.
Gejala infeksi cacing cambuk seringkali tidak terlihat, namun dapat menyebabkan nyeri perut, kehilangan nafsu makan, dan diare. Infeksi parah dapat menyebabkan komplikasi serius.
Cacing Pita (Cestoda)
Cacing pita dapat menginfeksi anak-anak melalui konsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik. Gejala infeksi cacing pita meliputi mual, sakit perut, dan penurunan berat badan.
Gejala Umum Cacingan pada Anak
Cacingan dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain:
- Gatal di sekitar anus, terutama di malam hari.
- Sakit perut dan gangguan pencernaan.
- Berat badan sulit naik dan kulit pucat.
- Kebiasaan menggaruk bagian bokong.
Pencegahan Infeksi Cacing pada Anak
Pencegahan cacingan dapat dilakukan dengan cara:
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
- Mencuci tangan secara rutin dan menjaga kebersihan makanan.
- Pemberian obat cacing secara berkala untuk anak-anak.
Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala cacingan agar dapat ditangani dengan segera. Pencegahan yang konsisten dapat membantu menjaga kesehatan anak dan mencegah infeksi lebih lanjut.