7 Masalah Kesehatan yang Umum Dialami saat Berjalan-jalan di Alam Terbuka
Berkelana dan menjelajah alam bebas memang menyenangkan namun juga bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.
Berlibur ke alam terbuka bisa menimbulkan berbagai kondisi dan masalah kesehatan yang bisa dialami/
7 Masalah Kesehatan yang Umum Dialami saat Berlibur dan Berjalan-jalan di Alam Terbuka
Musim liburan yang sudah hampir berakhir menyebabkan banyak orang bergegas untuk bermain. Salah satu tempat yang bisa ditunju adalah mengunjungi berbagai obejek wisata di alam terbuka.
Berbagai air terjun, gunung, dan curug memiliki pemandangan dan pengalaman yang menakjubkan. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin mengunjunginya.
Pada saat berkelana dan berjalan-jalan di alam terbuka ini, penting untuk mewaspadai sejumlah masalah kesehatan. Hal ini terutama penting diperhatikan pada saat kamu seorang pendaki pemula.
Berikut sejumlah masalah kesehatan yang mungkin dialami ketika berkelana di alam terbuka:
Kulit Melepuh
Bahkan pendaki yang paling berpengalaman pun bisa mendapatkan kulit melepuh di kaki mereka. Medan yang tidak biasa dan tanjakan menambah stres pada alas kaki. Gunakan sepatu yang kokoh dan pas dengan baik (bukan sandal jepit atau sandal) serta kaus kaki olahraga yang berkualitas.
Luka di Kulit
Cedera kulit lainnya yang umum terjadi di jalur pendakian adalah luka lecet pada lutut atau siku. Akar pohon dan batu dapat menyebabkan tergelincir dan jatuh, dan cabang dapat menggores wajah dan leher.
Cedera Lutut dan Sendi
Cedera sendi merupakan salah satu masalah yang bisa terjadi ketika Anda menapak di jalur yang licin dan terpeleset. Kondisi ini biasa di persendian telapak kaki maupun lutut.
Gigitan Serangga
Pada kondisi hutan, terdapat banyak serangga yang dapat menggigit kulit. Oleskan semprotan anti serangga jika mendaki di dekat air atau di daerah yang diketahui ada serangga yang menggigit.
Terbakar Matahari
Selalu gunakan tabir surya sebelum memulai pendakian, dan ulangi penggunaan tabir surya secara berkala selama hari. Perhatikan khusus pada pengulangan penggunaan setelah banyak berkeringat atau terkena air di sungai atau air terjun.
Dehidrasi
Kondisi dehidrasi bisa terjadi pada saat Anda bepergia terutama pada kondisi yang panas. Minumlah sebelum memulai pendakian. Pastikan juga untuk membawa cukup air agar tidak mengalami dehidrasi.
Masuk Angin
Kondisi belum makan disertai badan yang basah kuyup baik dengan keringat atau percikan air bisa menyebabkan masuk angin yang tak nyaman dan membuat perjalananmu tak menyenangkan. Pastikan untuk mengganti baju ketika basah, serta hindari kondisi perut kosong saat bepergian.