Tahukah Anda? Gibran Naik Kereta Palur-Solo Demi Tingkatkan Pelayanan Kereta Api
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pelayanan kereta api dengan menumpangi KA BIAS dari Palur ke Solo Balapan. Apa saja yang jadi fokus peningkatan?
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini melakukan perjalanan penting menggunakan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS). Perjalanan ini bertujuan untuk meninjau langsung kualitas pelayanan kereta api di jalur strategis Jawa Tengah.
Gibran memulai perjalanannya dari Stasiun Palur menuju Stasiun Solo Balapan pada hari Minggu. Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Wapres untuk melihat progres revitalisasi yang sedang berlangsung di sembilan stasiun kereta api.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur dan kualitas layanan transportasi publik. Harapannya, revitalisasi ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Fokus Revitalisasi Stasiun demi Layanan Optimal
Dalam kunjungannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan kepuasannya terhadap progres revitalisasi stasiun yang sedang berjalan. Menurutnya, progres pembangunan di sembilan stasiun yang direvitalisasi sudah cukup baik dan menunjukkan arah yang positif.
Gibran berharap bahwa proses revitalisasi ini dapat berjalan lancar dan sesuai target. Tujuannya adalah untuk secara signifikan meningkatkan kualitas pelayanan kereta api bagi para pengguna, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun komuter.
Selama perjalanan singkatnya dari Stasiun Palur, Kabupaten Karanganyar, hingga Stasiun Solo Balapan, Gibran aktif memantau kondisi di dalam kereta. Ia juga mengamati lalu lintas kedatangan dan keberangkatan kereta, serta fasilitas yang ada di stasiun.
Setibanya di Stasiun Solo Balapan, Wapres Gibran melanjutkan peninjauan fasilitas pelayanan. Ia didampingi oleh jajaran KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mendapatkan penjelasan lebih detail mengenai operasional dan rencana peningkatan pelayanan penumpang kereta.
Dampak Positif Stasiun Palur sebagai Pemberhentian KA BIAS
KAI Daop 6 Yogyakarta telah meresmikan Stasiun Palur sebagai salah satu stasiun pemberhentian KA BIAS. Peresmian ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 RI pada Minggu, 17 Agustus lalu, menandai langkah maju dalam pengembangan transportasi.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa penambahan Stasiun Palur sebagai pemberhentian KA BIAS memiliki tujuan penting. Langkah ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas yang lebih luas bagi masyarakat.
Adanya integrasi antarmoda di Stasiun Palur akan memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah untuk mengakses layanan kereta api. Hal ini sangat krusial untuk meningkatkan mobilitas, khususnya bagi warga di wilayah Solo Timur.
Pada akhirnya, peningkatan aksesibilitas dan mobilitas ini diharapkan dapat berkontribusi positif. Ini akan mendukung pertumbuhan perekonomian lokal dengan memfasilitasi pergerakan barang dan jasa, serta mendorong aktivitas ekonomi di sekitar stasiun.
Sumber: AntaraNews