Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengumumkan rencana bimbingan teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Fraksi Golkar se-Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan pada pertengahan September 2025.
Tujuan utama Bimtek adalah memastikan para legislator Golkar memahami dengan baik arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sarmuji menegaskan, ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis partai.
Bimtek bertema "Peningkatan Profesionalitas Anggota Fraksi Partai Golkar dalam Menjalankan Peran, Tugas, dan Fungsinya" ini akan memperkuat kapasitas kader. Harapannya, program kerja pemerintah pusat dapat berjalan serentak dan tepat sasaran di daerah.
Advertisement
Advertisement
Fokus Peningkatan Kapasitas Legislatif Daerah
Muhammad Sarmuji menjelaskan bahwa upgrading dan bimbingan teknis ini adalah langkah strategis Partai Golkar untuk memperkuat kapasitas kader di legislatif daerah. Seluruh anggota DPRD dari Partai Golkar diharapkan memahami arah dan prioritas pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Anggota DPRD merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan rakyat di daerah. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas teknis dan pemahaman politik menjadi keharusan mutlak bagi mereka. Hal ini penting agar program kerja pemerintahan pusat bisa mendapatkan dukungan penuh dan berjalan efektif di tingkat lokal.
Sarmuji menekankan bahwa anggota DPRD adalah penghubung utama antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah. Dengan pemahaman yang kuat tentang arah kepemimpinan Prabowo, mereka dapat mengartikulasikan kebutuhan masyarakat sekaligus menyelaraskan dengan visi pembangunan nasional.
Advertisement
Advertisement
Respons Golkar Terhadap Kebijakan Fiskal Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Sarmuji juga menyoroti berbagai protes di daerah akibat kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Protes ini terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Pati, Bone, Cirebon, Jombang, hingga Banyuwangi, menunjukkan sensitivitas isu fiskal di masyarakat.
"Gelombang demonstrasi terkait kenaikan PBB-P2 harus menjadi pelajaran penting bagi para kepala daerah dan anggota DPRD," tegas Sarmuji. Ia menambahkan bahwa kebijakan fiskal yang langsung bersentuhan dengan rakyat menuntut sensitivitas tinggi dan kreativitas dalam mencari solusi.
Bimtek ini akan menjadi ruang pembelajaran bagi anggota DPRD Golkar agar lebih peka terhadap dinamika sosial dan ekonomi di daerah. Mereka diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif dalam pengambilan kebijakan fiskal. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung arah kepemimpinan Prabowo yang berpihak pada rakyat.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Penurunan TKD dan Komitmen Anggaran
Selain isu PBB-P2, Golkar juga menyoroti rencana pemerintah yang akan menurunkan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hingga 24,7 persen pada tahun 2026. Sarmuji mengingatkan anggota DPRD untuk siap mengantisipasi dampak dari kebijakan ini terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Sebagai ujung tombak politik anggaran, anggota DPRD memiliki peran krusial dalam memastikan penurunan TKD tidak menurunkan kualitas pelayanan publik. Mereka juga harus berupaya agar kebijakan ini tidak memperlebar kesenjangan pembangunan antar daerah. Ini adalah bagian dari komitmen Golkar untuk mendukung arah kepemimpinan Prabowo yang inklusif.
Partai Golkar percaya bahwa sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah, serta kreativitas dalam mencari pendanaan alternatif, akan menjaga agenda pemerintahan Prabowo-Gibran tetap berjalan. Komitmen Golkar adalah menghadirkan politik anggaran yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Advertisement
Melalui bimtek ini, Sarmuji memastikan anggota DPRD Golkar akan memiliki keterampilan teknis sekaligus pemahaman politik yang memadai. Arah utama adalah memastikan agenda pemerintahan Prabowo-Gibran dalam pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja tetap berjalan secara optimal.
Sumber: AntaraNews