Fahri Sebut Jokowi Sindir Diri Sendiri Soal Politik Sontoloyo & Genderuwo

"Ini yang saya maksud kata-kata sontoloyo dan genderuwo adalah penilaian kegagalan identifikasi dari pemerintah, sebenarnya sumbernya itu dari pemerintah atau pemimpinnya. Jadi seperti menepuk air, terpicik ke muka sendiri," ungkap Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (9/11).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fahri Sebut Jokowi Sindir Diri Sendiri Soal Politik Sontoloyo & Genderuwo
Fahri Hamzah. ©2017 dok foto dok ri

Wakil Ketua Umum DPR, Fahri Hamzah mengatakan, ungkapan sontoloyo dan genderuwo yang dilontarkan Presiden Joko Widodo, merupakan sifat pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi sendiri saat ini. Dia menyatakan, ungkapan Jokowi itu menciptakan suatu pembelahan di masyarakat.

"Ini yang saya maksud kata-kata sontoloyo dan genderuwo adalah penilaian kegagalan identifikasi dari pemerintah, sebenarnya sumbernya itu dari pemerintah atau pemimpinnya. Jadi seperti menepuk air, terpicik ke muka sendiri," ungkap Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (9/11).

"Yang punya kemampuan untuk menciptakan pembelahan atau opini itu pemerintah, dan yang mampu menutup pembelahan ideologis itu pemerintah," sambungnya.

Dia kemudian menyinggung pemerintahan sebelumnya oleh Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak pernah dirasakan adanya perpecahan yang terjadi seperti saat ini.

"Saya suka ulang-ulang, SBY 10 tahun jadi presiden waktu itu ada FPI, HTI, para pejabat dimana-mana sama, tapi kita tidak ada pembelahan dan konflik ideologi yang tajam. Lalu ini karya siapa? Kalau rakyatnya tetap dan pemimpinnya berubah maka dugaannya adalah ini karyanya pemerintah," ujar dia.

Menurutnya, Jokowi dianggap gagal dalam memulihkan ketegangan di antara perbedaan yang ada, justru sebaliknya, dikhawatirkan ketegangan yang muncul semakin kuat.

"Maka kegagalan mengintegrasi tema-tema kebangsaan dalam satu napas rekonsiliasi, itu akan ciptakan ketegangan yang semakin kuat. Dan itu disayangkan berasal dari pak Jokowi," tandasnya.

Rekomendasi