Banjir Turis Asing, Konser YE di GBK Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Konser YE di GBK diproyeksi seret belasan ribu turis asing. Pemprov DKI siap rekayasa jalur demi kelancaran acara.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Banjir Turis Asing, Konser YE di GBK Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam jumpa pers “Peningkatan Kualitas Tata Kelola Ekosistem Usaha Pariwisata Sektor Akomodasi” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar)

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana optimistis konser YE Live in Jakarta 2026 bakal memberikan suntikan ekonomi signifikan bagi masyarakat. Konser penyanyi asal Amerika Serikat yang dahulu dikenal sebagai Kanye West ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 24 Oktober 2026 mendatang.

Penampilan YE dalam rangkaian tur album Bully ini terasa makin istimewa lantaran Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang disinggahi.

"Dampak ekonomi bisa kita lihat dari nilai pembelian tiket, penyewaan sarana prasarana tempat konser, aktivitas produksi oleh vendor dan pelaku industri konser musik, kuliner, hingga penciptaan lapangan pekerja," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dikutip dari Antara, Rabu (16/9).

Widiyanti menilai ajang berkelas dunia ini menjadi etalase penting untuk memamerkan kualitas pariwisata Indonesia ke tingkat global.

"Kami mengajak kita semua untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga tempat yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia, termasuk di antaranya melalui penyelenggaraan konser musik berskala global," tuturnya.

Kemenpar menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi berbagai acara besar demi mendongkrak kunjungan turis. Selama tahun 2026, Kemenpar menargetkan dukungan bagi lebih dari 25 ajang berskala internasional.

"Kementerian Pariwisata terus memperkuat posisi Indonesia sebagai penyelenggara konser musik berkelas dunia," tegas Widiyanti.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026 saja, Kemenpar tercatat telah menyokong 105 acara, mulai dari agenda daerah dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), ajang nasional, hingga skala internasional. Rangkaian acara tersebut melibatkan lebih dari 11 ribu UMKM, menyerap 184 ribu pekerja seni, serta menyedot 6,4 juta pengunjung dengan perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun.

Standar Keamanan Global & Penyerapan 4.600 Pekerja

Tak sekadar memberi pengalaman hiburan kelas atas, pagelaran ini juga membawa dampak langsung bagi industri lokal dengan menyerap sekitar 4.600 tenaga kerja di sektor produksi, logistik, F&B, hingga sistem keamanan.

Perwakilan Raw Vision Collective, Dewi Gontha, memastikan seluruh persiapan teknis dan keselamatan penonton dirancang sesuai standar internasional.

:Setiap elemen produksi, mulai dari panggung, rigging, audio, lighting, visual, hingga alur kerja teknis di lapangan, disiapkan agar berjalan sebagai satu sistem yang aman, rapi, dan profesional," tutur Dewi.

Ia menegaskan, faktor kenyamanan dan alur kerumunan penonton menjadi perhatian paling krusial selama acara berlangsung.

"Raw Vision Collective bersama para mitra berpengalaman ingin memastikan konser ini tidak hanya spektakuler dari sisi produksi, tetapi juga aman, tertib, lancar, dan membanggakan bagi Jakarta dan Indonesia," lanjutnya.

Pemprov DKI Siapkan Rekayasa Jalur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku bangga atas terpilihnya Jakarta sebagai satu-satunya destinasi di Asia Tenggara dan Oseania.

"Jakarta mendapatkan kehormatan untuk konser YE di Jakarta ini karena ini adalah konser di Asia Tenggara dan Oceania," ujar Pramono.

Pramono juga terkejut melihat sebaran basis penggemar YE yang memborong tiket, di mana porsi penonton luar negeri terbanyak berasal dari Australia.

Guna memastikan gelaran berjalan kondusif, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh dari sisi keamanan dan kelancaran arus lalu lintas. Pasalnya, jadwal konser bertepatan dengan ajang Jakarta Running Festival yang diikuti sekitar 35.000 peserta.

"Supaya pengaturannya menjadi baik nanti kami akan koordinasikan," pungkas Pramono.

Rekomendasi