Prabowo Tegaskan Hilirisasi Investasi Prioritas Utama dalam Kerja Sama dengan AS
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi investasi menjadi syarat mutlak bagi setiap kerja sama dengan Amerika Serikat, memastikan nilai tambah ekonomi tetap di Indonesia dan menjaga kepentingan nasional.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menekankan komitmen pemerintah terhadap program hilirisasi industri. Kebijakan ini menjadi syarat utama dalam setiap kerja sama investasi, termasuk dengan Amerika Serikat. Penegasan ini disampaikan Presiden Prabowo di Jakarta pada Minggu (22/3), sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa bahan mentah yang dimiliki Indonesia tidak hanya diekspor begitu saja. Sebaliknya, bahan mentah tersebut harus melalui proses pengolahan di dalam negeri. Presiden Prabowo menegaskan bahwa keterbukaan terhadap modal asing harus selaras dengan koridor kepentingan nasional.
Diskusi mengenai perjanjian tarif dengan pihak Amerika Serikat memang ada, namun setiap investasi wajib mengikuti aturan pengelolaan sumber daya alam yang berlaku di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional. Pemerintah ingin memastikan manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia.
Fokus pada Kepentingan Nasional dan Pengelolaan Sumber Daya
Pemerintah Indonesia secara konsisten mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap negosiasi investasi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa meskipun ada tawaran investasi, syarat hilirisasi tetap menjadi prioritas utama. Ini berarti perusahaan asing yang ingin berinvestasi di sektor pertambangan atau sumber daya alam lainnya harus bersedia melakukan pengolahan di Indonesia.
Presiden menjelaskan, "Bahan mentah, kita minta di-processing. Kalau dia mau, mining dan proses di sini, tetap dong." Pernyataan ini menunjukkan ketegasan pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi. Kebijakan ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi bagi tenaga kerja lokal.
Meskipun pintu investasi terbuka lebar, semua investor harus patuh pada regulasi yang telah ditetapkan. Hal ini berlaku untuk semua jenis investasi, termasuk yang berkaitan dengan pengelolaan mineral kritis. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kegiatan ekonomi memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Kebijakan Mineral Kritis dan Harga Pasar Internasional
Dalam konteks pengelolaan mineral kritis, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya penerapan harga pasar internasional. Indonesia tidak menutup akses bagi pihak asing untuk masuk ke sektor pertambangan mineral kritis. Namun, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh para investor.
Presiden menyatakan, "Soal critical mineral, saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price. At economic price." Ini berarti harga komoditas mineral kritis harus disepakati berdasarkan nilai ekonomi yang adil di pasar global. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah praktik eksploitasi yang merugikan negara.
Pemerintah akan memberikan akses kepada pelaku usaha, baik asing maupun domestik, selama mereka membayar sesuai harga pasar internasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan Indonesia mendapatkan nilai tambah ekonomi yang adil dari sumber daya alamnya. Komitmen ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Sejarah Keterlibatan Asing dan Manfaat Hilirisasi
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan pihak asing dalam sektor ekstraktif di Indonesia bukanlah hal baru. Praktik ini sudah berlangsung lama dan memiliki sejarah panjang. Salah satu contoh yang diberikan adalah operasional PT Freeport Indonesia yang telah beroperasi puluhan tahun di tanah air.
Menurut Presiden, PT Freeport Indonesia kini telah menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara yang signifikan. Keberhasilan ini dicapai setelah perusahaan tersebut mengikuti regulasi yang ada dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional. "Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izinkan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izinkan," lanjutnya.
Namun, pemerintah secara tegas melarang ekspor bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan di dalam negeri. Prinsip hilirisasi ini diterapkan agar komoditas strategis seperti mineral kritis dapat memberikan nilai ekonomi maksimal bagi rakyat. Presiden menegaskan bahwa nilai ekonomi dari mineral kritis harus dirasakan oleh bangsa.
Hilirisasi investasi bukan hanya tentang pengolahan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem industri yang kuat. Dengan hilirisasi, Indonesia dapat mengembangkan industri pengolahan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Ini adalah langkah maju menuju kemandirian ekonomi yang lebih besar.
Sumber: AntaraNews