Mundurnya Rahayu Saraswati dan Kursi Kosong Menpora
Nama Sara dikabarkan akan diangkat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo.
Rahayu Saraswati menyampaikan pengunduran diri sebagai anggota DPR. Pengunduran diri itu diumumkan Sara sapaan Rahayu Saraswati secara langsung melalui akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati.
Sara menjelaskan alasannya mundur sebagai anggota DPR terkait videonya yang berisi agar anak muda bisa membuat usaha sendiri dan tak hanya bergantung pada pemerintah viral di media sosial. Dia pun memohon maaf sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahannya tersebut. Kendati mundur, Sara menyatakan masih akan mengabdi ke masyarakat, terutama di Dapilnya DKI Jakarta III. Menurut dia, pengabdian itu seperti memberikan alat kesehatan hingga pelatihan kewirausahaan.
"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai Anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra," kata Rahayu dalam unggahan video di akun Instagram-nya, Rabu (10/9).
Sara menjelaskan bahwa ungkapannya yang dia akui menyakiti hati rakyat adalah dalam tayangan Podcast On The Record dari ANTARA TV. Dalam siniar itu, dia berbincang selama 42 menit dengan membahas berbagai isu yang menyangkut isu perempuan hingga ekonomi kreatif.
Namun dari tayangan itu, dia mengatakan ada dua menit lebih bagian video siniar itu yang dipotong dan dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin "menyulutkan api" amarah masyarakat. Sejumlah pihak pun mengunggah potongan video siniar ANTARA TV itu di media sosial.
Dia pun mengaku tidak bermaksud dan bertujuan untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan.
Menurut dia, ungkapannya itu dimaksudkan untuk mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif.
"Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk masih bisa bertahan hidup. Kesalahan sepenuhnya ada di saya," kata dia.
Rahayu Dinonaktifkan Gerindra Mundur dari DPR
Fraksi Partai Gerindra langsung menonaktifkan Sara sebagai anggota DPR RI, setelah sebelumnya menyatakan mengundurkan diri.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi menegaskan partainya menghormati keputusan tersebut. Menurut dia, partainya bakal memproses pengunduran diri Saraswati sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Sementara menunggu proses, maka saudari Sara (sapaan akrab Rahayu Saraswati) akan dinonaktifkan dari DPR,” kata Bambang dalam keterangan di Jakarta, Rabu (10/9), sebagaimana dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan proses administratif terkait keputusan Sara tersebut akan dilakukan melalui mekanisme yang diatur dalam undang undang yang berlaku dan Fraksi Gerindra juga akan berkoordinasi dengan DPP Partai Gerindra.
“Kami akan memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan. Fraksi Gerindra tetap konsisten menjaga komitmen kelembagaan dan ketentuan perundang undangan,” kata dia.
Kursi Kosong Menpora
Di sisi lain, mundurnya Sara dinilai Direktur Eksekutif Indonesia Public Policy (IPP) Aldi Pradana cukup mengagetkan publik. Terlebih, berembus kabar jika keponakan Presiden Prabowo Subianto itu akan diangkat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo. Dito sebelumnya dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya sebagai Menpora.
Kendati begitu, kursi Menpora pengganti Dito hingga kini masih kosong. Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi hingga kini belum secara resmi mengumumkan siapa yang akan mengisi kursi Menpora. Prasetyo hanya menjelaskan pengganti Dito belum dapat dilantik karena masih berada di luar kota. Prasetyo mengatakan, pelantikan pos Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) akan dijadwalkan kembali.
"Pengunduran diri Saras dari anggota DPR RI cukup mengagetkan publik karena secara tiba-tiba. Beredar isu bahwa beliau akan diangkat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, itu ada kemungkinan," kata Aldi dalam keterangannya, Kamis (11/9).
Menurut Aldi, kursi Menpora selama ini diduduki kader Golkar, sehingga harus ada komunikasi politik antar partai terkait pengganti Dito. Sebelum Dito, kader Golkar lainnya pernah mengisi kursi Menpora yakni Zainudin Amali. Dia saat ini Wakil Ketua Umum PSSI sebelum digantikan Dito.
Aldi menilai kedekatan Sara dengan Presiden Prabowo Subianto selaku keponakan menjadi kekuatan politik untuk mendapatkan kursi Menpora.
"Tetapi Bapak Prabowo harus menjaga kestabilan politik ketika mengangkat Saras, takutnya akan ada isu politik dinasti," ujar Aldi.
Sementara apabila kursi Menpora kembali diduduki kader Golkar, Aldi menilai partai berlambang pohon beringin itu harus bekerja keras untuk bisa menduduki kursi tersebut. Diketahui nama politisi Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin sebelumnya juga sempat digadang-gadang sebagai Menpora.
"Isu Putri Komarudin sempat disebut, tapi menurut saya Putri harus kerja keras untuk mendapatkan posisi itu, Golkar kan partai besar dan banyak kader potensial, saya rasa Putri Komarudin harus kerja keras," kat Aldi.
Peluang Sara mengisi kekosongan kursi Menpora setelah mundur dari DPR juga dinilai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan cukup masuk akal. Selain memang berasal dari partai penguasa, Sara secara politik lebih cocok hitungan di tengah sejumlah nama bermunculan ke publik seperti Putri Komarudin, kemudian anggota DPR fraksi Gerindra sekaligus mantan pebalap Moreno Soeprapto serta Raffi Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
"Menurut saya, Menpora ini akan diambil oleh Partai Gerindra. Karena kalau Putri Komarudin yang menjadi Menpora dan meski namanya menguat, namun ini berarti jatah Partai Golkar bertambah dan ini tidak mungkin, karena akan menimbulkan gesekan dan kecemburuan di internal partai koalisi merah putih," kata Iwan merespons keputusan mundurnya Keponakan Prabowo tersebut dari kursi legislatif, Kamis (11/9).
Soal nama Raffi Ahmad, Iwan berpandangan meski terlihat memiliki kedekatan dengan petinggi Gerindra dan seorang pesohor/artis, namun jika Prabowo mengangkatnya sebagai Menpora, hal itu sama saja dengan melakukan gol bunuh diri.
"Para pejabat yang berasal dari kalangan artis, saat ini lagi mendapat sentimen sangat negatif dari publik, pasca polemik kenaikan gaji dan tunjangan yang berujung demo ricuh di akhir Agustus kemarin. Prabowo akan mendapat protes keras jika Rafi Ahmad yang menjadi Menpora," Iwan menandasi.
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia sendiri mengaku belum mengetahui terkait nama Putri Komarudin yang santer digadang bakal menjadi Menpora. Bahlil menegaskan, pergantian menteri merupakan hak prerogatif dari presiden.
"Itu hak prerogatif bapak presiden ya," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/9).