Jubir BPN Sebut Prabowo Cek 'Spelling' Unicorn Jokowi, Bukan Tidak Paham

Senin, 18 Februari 2019 21:41 Reporter : Nur Habibie
Jubir BPN Sebut Prabowo Cek 'Spelling' Unicorn Jokowi, Bukan Tidak Paham Milad Pemuda Muhammadiyah. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, Prabowo sangat paham tentang Unicorn. Menurut Dahnil, Prabowo di debat capres sedang memastikan ucapan Jokowi yang bertanya tentang Unicorn.

"Banyak yang tanya terkait dengan Unicorn. Jangan lupa, seolah-olah Pak Prabowo enggak tahu Unicorn, saya bercanda mungkin Pak Prabowo lagi ngecek spelling Unicorn," kata Dahnil di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Ia menilai, semestinya Jokowi menggunakan kata startup dan bukan malah Unicorn. Sebab, Unicorn itu digunakan untuk perusahaan yang sudah besar atau level atas seperti GO-JEK, Traveloka, Lazada dan Bukalapak.

"Kalau TKN mengklaim Pak Prabowo ini ndak milenial, justru saya mau katakan apa yang disampaikan Pak Prabowo terkait dengan jawaban Unicorn itu. Sebenarnya pertanyaannya enggak perlu Unicorn, pertanyaan yang benar itu justru adalah startup, startup gitu," ungkapnya.

Dahnil pun menilai, pertanyaan Jokowi mengenai Unicorn ini justru menunjukkan memang perspektifnya konglomerasi. Sebaliknya, Prabowo justru dianggap telah berhasil menunjukan keberpihakannya kepada perusahaan menengah ke bawah.

"Saya mau katakan jawaban Pak Prabowo itu menunjukkan keberpihakan Pak Prabowo seperti apa. Beliau menyampaikan bahwasanya yang harus kita jaga, itulah jangan sampai ada cash outflow yang besar," ucapnya.

Dahnil menjelaskan, Tokopedia, GO-JEK, Lazada dan sebagainya, sahamnya itu dikuasai oleh asing hampir sekitar 90 persen. Menurutnya, anak bangsa justru tak mendapatkan apapun dari perusahaan Unicorn tersebut.

"Anak-anak kita dapat apa? Itu pertama. Kedua, ini yang ngomong justru adalah Kadin, 90 persen komoditi dan produk yang di marketplace yang unicorn-unicorn itu tadi, itu justru berasal dari impor. Yang diperdagangkan impor, itu yang dikuatirkan Pak Prabowo, cash outflow yang besar," jelasnya.

Data Kominfo juga menyatakan, 63 persen itu adalah produk dan komoditi impor, lanjut Dahnil, ini lah yang justru ditakuti oleh Prabowo Subianto.

"Apa yang kita dapat dari marketplace itu? Selain kita cuma jadi pasar bagi komoditi dan produk luar negeri? Nah yang bagian berikutnya pajak, penanganan pajak terhadap itu juga Indonesia belum beres-beres sampai hari ini. Jadi banyak hal, itu menunjukkan sikap dan jawaban Pak Prabowo," tuturnya.

Lalu, terkait dengan tudingan TKN yang menganggap jika Prabowo tidak berpihak kepada kaum milenial. BPN pun menilai, kaum milenial justru lebih menyukai pemimpin yang otentik.

"Saya pikir millennials itu suka yang otentik. Kita sekarang ini enggak bisa lagi model-model pencitraan-pencitraan yang penuh ke berpura-puraan. Sekarang itu harus tampil otentik, itu yang ingin ditunjukkan selalu oleh Pak Prabowo," pungkasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini