Jejak Rasulullah: Bahlil Dorong Pemuda Masjid Jadi Pusat Ekonomi dan Ilmu Umat
Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia, Bahlil Lahadalia, mendorong Pemuda Masjid untuk tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat gerakan ekonomi, politik, dan ilmu pengetahuan, membangkitkan peran strategisnya.
Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia, Bahlil Lahadalia, secara tegas mendorong generasi muda Islam untuk mengubah peran masjid. Ia ingin masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata. Dorongan ini disampaikan dalam acara pengukuhan Pengurus Pemuda Masjid Dunia di Jakarta.
Bahlil menekankan bahwa masjid harus menjadi pusat gerakan ekonomi, politik, dan ilmu pengetahuan. Hal ini sejalan dengan sejarah peradaban Islam sejak masa Rasulullah SAW. Masjid diharapkan menjadi lokomotif kemajuan umat.
Pesan penting ini disampaikan pada Jumat, 25 Oktober, saat Konvensyen DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Ke-23. Inisiatif ini bertujuan mengembalikan fungsi masjid sebagai sentra konsolidasi sosial, perdagangan, dan pendidikan, seperti yang dicontohkan Rasulullah.
Mengembalikan Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban
Bahlil Lahadalia menggarisbawahi bahwa sejak era Rasulullah SAW, masjid memiliki peran fundamental yang jauh melampaui fungsi ibadah. Masjid adalah pusat aktivitas umat, mulai dari konsolidasi sosial hingga pengembangan ilmu pengetahuan. "Kalau kita melihat perjalanan Rasulullah ketika hijrah ke Madinah, hal pertama yang dilakukan adalah membangun masjid," kata Bahlil.
Ia menambahkan bahwa konsolidasi umat tidak terjadi di tempat-tempat mewah, melainkan di masjid. "Di situlah tempat berdiskusi, berdagang, dan belajar," jelasnya. Pandangan ini menegaskan pentingnya Pemuda Masjid mengambil peran strategis dalam menghidupkan kembali fungsi-fungsi tersebut di era modern.
Dorongan ini menjadi relevan mengingat potensi besar Pemuda Masjid untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi umat. Dengan masjid sebagai pusat, berbagai inisiatif dapat digerakkan. Ini termasuk pengembangan kewirausahaan dan peningkatan literasi ekonomi syariah di kalangan generasi muda.
Pemuda Masjid dan Kontribusi Ekonomi Umat
Selain sebagai pusat ilmu, Bahlil juga mengajak Pemuda Masjid Dunia untuk aktif dalam pembangunan ekonomi umat. Salah satu caranya adalah melalui pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi.
Kementerian ESDM, menurut Bahlil, telah membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam berbagai proyek energi. Proyek-proyek ini melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi. "Kalau ekonomi umat kuat, maka dakwah dan kegiatan sosial akan lebih mudah dijalankan," tegasnya.
Dukungan terhadap industri halal juga menjadi fokus, seperti yang disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman. Forum DMDI dianggap sebagai momentum penting untuk memperkuat kerja sama global. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong sektor fesyen muslim yang kini digandrungi Gen Z dan milenial.
Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM bersama BPJPH telah menyiapkan berbagai program. Program-program ini dirancang untuk mendukung industri halal dan siap bekerja sama dengan DMDI. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan ekonomi umat melalui Pemuda Masjid dan organisasi terkait.
Mempererat Persatuan Umat Lintas Negara
Acara pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh Said Aldi Al Idrus, Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), yang kini juga resmi menjadi Presiden Pemuda Masjid Dunia. Said menyampaikan bahwa DMDI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) penting. MoU ini bertujuan memberikan pelatihan kepada ustaz dan ustazah di Kamboja dan Thailand Selatan.
"Setiap bulan kami akan mengunjungi negara-negara dengan populasi Muslim besar tetapi kekurangan guru mengaji," kata Said. Program ini mencakup pelatihan atau Training of Trainer (TOT) bagi guru-guru di Kamboja, Thailand Selatan, serta Filipina. Ini adalah langkah konkret dalam memperkuat pendidikan Islam di kawasan.
Said berharap kehadiran Pemuda Masjid Dunia dapat mempererat persatuan umat Islam lintas negara. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bahlil Lahadalia atas dukungan dan arahannya. "Kalau dulu Pemuda Masjid hanya bermanfaat di dalam negeri, sekarang kita harus bermanfaat bagi seluruh umat Islam di dunia," ujar Said, menandaskan visi global organisasi.
Sumber: AntaraNews