BPN Prabowo-Sandiaga Minta Jokowi Minta Maaf Pada Rusia

Rabu, 6 Februari 2019 03:03 Reporter : Sania Mashabi
BPN Prabowo-Sandiaga Minta Jokowi Minta Maaf Pada Rusia Jokowi. ©2018 kapanlagi.com

Merdeka.com - Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Saleh Partaonan Daulay mendesak Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo ( Jokowi) dan Ma'ruf Amin meminta maaf pada Rusia.

Hal itu dilakukan terkait tuduhan Jokowi dan TKN yang menyatakan ada pasangan capres-cawapres yang menggunakan cara propaganda ala Rusia dalam pertarungan jelang Pilpres 2019.

"Pada titik ini, sebaiknya TKN meminta maaf. Meminta maaf kepada pihak Rusia dan tentu saja juga meminta maaf kepada BPN," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya yang diterima merdeka.com, Selasa (5/2).

Saleh menyayangkan TKN yang menuduh secara tidak langsung bahwa BPN membenturkan Jokowi dengan Rusia. Padahal, kata dia, Jokowilah yang berupaya membawa-bawa nama Rusia dalam kontestasi politik di Indonesia. Lagi pula, lanjutnya tuduhan itu tidak benar.

"Sekarang malah TKN ramai-ramai melakukan klarifikasi. Tidak hanya itu, malah menuduh BPN dengan mencari-cari kesalahan sebagai upaya mengalihkan perhatian," ungkapnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menilai wajar, jika nantinya muncul keberatan dari pihak Rusia terkait ucapan TKN dan Jokowi itu. Karena itu, dia menyarankan kubu Jokowi meminta maaf pada Rusia terlebih dahulu.

"Jika memang merasa ada yang salah dengan membawa-bawa nama Rusia, sebaiknya meminta maaf saja. Apalagi, sejauh ini, itu hanya isu yang dihembuskan. Belum ada bukti valid yang bisa diungkap ke publik," ucapnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menginginkan kontestasi Pilpres 2019 diisi dengan cara berpolitik yang mendidik dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat. Namun kenyataan saat ini justru sebaliknya. Hoaks dan fitnah bertebaran di media sosial.

Menurut Jokowi, banyaknya hoaks yang bertebaran di medsos karena adanya tim sukses yang melakukan propaganda ala politik Rusia. Propaganda itu disebut untuk menyebarkan fitnah dan hoaks kepada masyarakat.

"Problemnya adalah timses yang menyiapkan propaganda Rusia, yang setiap saat mengeluarkan semburan fitnah dan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan," ucap Jokowi.

Sementara, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan maksud Jokowi. Menurutnya, Jokowi menegaskan bahwa tak pernah minta bantuan dengan pihak asing. Hasto pun menuding capres Prabowo Subianto yang kerap pakai jasa konsultan asing sejak Pilpres 2009.

"Kalau kita lihat seluruh originalitas kepemimpinan Pak Jokowi kan percaya kekuatan pada kekuatan sendiri. Sejak tahun 2009 kita tahu Pak Prabowo itu didampingi oleh konsultan asing dan saya menjadi saksi terhadap hal tersebut," kata Hasto di Gedung Joang '45, Jl Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat, Minggu (3/2). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini