Waspada Cuaca Ekstrem Manggarai Barat: Pemkab Mabar Imbau Kesiapsiagaan Warga Hadapi Musim Hujan 2025
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengimbau warganya untuk Waspada Cuaca Ekstrem Manggarai Barat di musim hujan 2025, menyusul potensi bencana banjir dan longsor.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengeluarkan imbauan serius kepada seluruh warganya. Imbauan ini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama musim hujan tahun 2025. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko bencana alam di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat, Oktavianus Andi Bona, menegaskan pentingnya kewaspadaan. Pihaknya telah menyurati camat dan kepala desa/kelurahan di 12 kecamatan. Tujuannya adalah memastikan informasi sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
Potensi bencana yang diwaspadai meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Wilayah rawan longsor seperti Kecamatan Kuwus dan Ndoso menjadi perhatian khusus. Sementara itu, angin puting beliung diwaspadai di Kecamatan Pacar dan Lembor.
Potensi Bencana dan Wilayah Rawan di Manggarai Barat
Oktavianus Andi Bona menjelaskan wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana. Kecamatan Kuwus, Ndoso, Mbeliling, Sano Nggoang, dan sebagian Pacar diidentifikasi rawan longsor. Warga di area ini diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Selain longsor, ancaman angin puting beliung juga menjadi perhatian serius. Kecamatan Pacar, Lembor, dan Lembor Selatan merupakan daerah yang berpotensi mengalami bencana ini. Masyarakat diimbau untuk memangkas pohon-pohon tinggi di sekitar tempat tinggal.
Dampak longsor dapat mengganggu akses jalan nasional dan provinsi. Potensi banjir dan rob juga mengancam Kecamatan Komodo serta sebagian wilayah Boleng. BPBD Mabar terus memantau perkembangan situasi cuaca.
Langkah Kesiapsiagaan dan Koordinasi Lintas Sektor
Pemkab Manggarai Barat telah membentuk komunitas dan koordinasi yang kuat lintas instansi. Kolaborasi ini melibatkan unsur TNI-Polri untuk respons cepat. Tujuannya adalah penanganan efektif terhadap dampak cuaca ekstrem.
Warga diminta untuk menghindari daerah rawan longsor saat hujan intensitas tinggi. Apabila tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak keluar rumah. Hindari juga aktivitas di dekat sungai yang sedang banjir.
Oktavianus Andi Bona menekankan pentingnya memotong pohon kelapa atau pohon tinggi lainnya. Hal ini untuk mencegah bahaya saat terjadi angin kencang atau puting beliung. Kesiapsiagaan individu sangat krusial dalam menghadapi situasi ini.
Masyarakat diimbau segera melaporkan kejadian bencana alam atau dampak cuaca ekstrem. Laporan dapat disampaikan kepada pemerintah setempat atau melalui nomor pengaduan BPBD Manggarai Barat. Nomor tersebut adalah 081238881621 atau 081337803155.
Peringatan BMKG dan Dinamika Atmosfer Terkini
Sebelumnya, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Labuan Bajo. Peringatan ini berlaku untuk periode 12-14 November 2025. BMKG meminta warga untuk meningkatkan kehati-hatian.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menegaskan pentingnya kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem dapat memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Nelayan dan pelaku wisata bahari juga diminta memperhatikan gelombang tinggi.
BMKG memantau adanya sirkulasi siklonik di selatan Bali yang bergerak mendekati NTT. Sirkulasi ini meningkatkan aktivitas cuaca di wilayah NTT, termasuk Manggarai Barat. Dinamika atmosfer ini berkontribusi pada penambahan curah hujan.
Meskipun sebagian besar Manggarai Barat telah memasuki musim hujan, sirkulasi siklonik memperparah kondisi. Sistem ini memicu terbentuknya daerah belokan angin dan meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat. Hujan ini sering disertai petir dan angin kencang.
Sumber: AntaraNews