Tahukah Anda, 350 Mubaligh IMMIM Makassar Kini Melek Digital? Perkuat Dakwah di Lorong dan Masjid
DPP IMMIM dan Pemkot Makassar berkolaborasi memperkuat keilmuan 350 mubaligh IMMIM Makassar, termasuk adaptasi digital, untuk memaksimalkan dakwah di lorong dan masjid. Bagaimana strategi mereka?
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) bersama dengan Pemerintah Kota Makassar telah menjalin kerja sama strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat keilmuan para mubaligh di wilayah tersebut. Mereka akan disebar untuk memberikan dakwah yang mencerahkan di lorong-lorong dan masjid di seluruh Makassar.
Ketua Umum DPP IMMIM, KH Muhammad Ishaq Samad, menyatakan bahwa kemitraan ini telah berlangsung sejak era Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin. Kemitraan ini terus diperbarui hingga saat ini demi pencerahan umat. Inisiatif ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membangun kapasitas spiritual masyarakat.
Sebanyak 250 mubaligh telah menerima bantuan biaya dari Pemkot Makassar untuk mengikuti program peningkatan ilmu agama. Mereka secara rutin mengikuti diskusi bulanan di DPP IMMIM. Diskusi ini dirancang untuk memastikan para mubaligh tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Kolaborasi IMMIM dan Pemkot Makassar: Peningkatan SDM Mubaligh Berkelanjutan
Kerja sama antara DPP IMMIM dan Pemerintah Kota Makassar merupakan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mubaligh. Program ini telah berjalan selama bertahun-tahun dan terus diperbarui untuk menjawab kebutuhan umat. Tujuannya adalah memastikan dakwah yang disampaikan relevan dan efektif.
KH Muhammad Ishaq Samad menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya fokus pada peningkatan ilmu agama semata. Lebih dari itu, program ini juga mencakup aspek dukungan finansial bagi para mubaligh. Bantuan biaya dari Pemkot Makassar memungkinkan 250 mubaligh untuk fokus dalam menimba ilmu dan memperdalam pemahaman keagamaan mereka.
Diskusi bulanan yang diselenggarakan oleh DPP IMMIM menjadi wadah penting bagi para mubaligh. Melalui forum ini, mereka dapat bertukar pikiran dan memperbarui pengetahuan. Hal ini krusial untuk menghadapi dinamika sosial dan teknologi yang terus berkembang di masyarakat.
Mubaligh Melek Digital: Menjawab Tantangan Era Kekinian dan Hoaks
Salah satu fokus utama dalam diskusi bulanan terbaru adalah tema digitalisasi dan tantangan beragama di era kekinian. DPP IMMIM menyadari pentingnya para mubaligh untuk melek teknologi. Kemampuan ini akan membantu mereka dalam menyebarkan pesan dakwah secara lebih luas dan efektif.
Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa DPP IMMIM memiliki 350 mubaligh yang kualitasnya terus ditingkatkan. Mereka harus memahami penggunaan media sosial agar dakwahnya bisa menjangkau berbagai lini kehidupan masyarakat. Jangkauan ini tidak hanya terbatas di Makassar, tetapi juga di kota-kota lainnya.
Pada kesempatan yang sama, DPP IMMIM juga melantik Lembaga Da'wah IMMIM (Ladim). Ladim akan bertugas melakukan pembinaan dan pelatihan secara profesional kepada para mubaligh IMMIM. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka dalam berdakwah.
Ketua Umum Yayasan Dana Islamic Center IMMIM, Nur Fadjri FL, menyoroti tantangan besar di dunia komunikasi digital. Terutama terkait penyebaran informasi tidak benar atau hoaks. Diskusi bulanan ini dianggap sebagai cara efektif untuk memberikan pencerahan kepada para mubaligh. Mereka adalah ujung tombak kegiatan spiritual di masyarakat.
Transformasi Dakwah: Memastikan Pesan Agama Menjangkau Generasi Baru
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia dakwah. Menurutnya, para mubaligh harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Adaptasi ini krusial agar pesan-pesan agama dapat menjangkau generasi baru secara lebih efektif. Kemampuan ini akan memastikan relevansi dakwah di masa depan.
Adaptasi teknologi bukan hanya tentang penggunaan platform digital. Ini juga mencakup pemahaman tentang bagaimana konten dakwah dapat disajikan secara menarik dan mudah dicerna oleh audiens modern. Pendekatan ini akan membantu mengatasi kesenjangan komunikasi antar generasi.
Dengan adanya pelatihan profesional dari Ladim dan dukungan dari Pemkot Makassar, para mubaligh IMMIM diharapkan menjadi garda terdepan. Mereka akan menyebarkan nilai-nilai agama yang moderat dan informatif. Hal ini akan mendukung terciptanya masyarakat yang lebih cerdas dan berakhlak mulia.
Sumber: AntaraNews