Russian House di Praha Diserang Molotov, Diduga Akibat Peningkatan Aktivitas
Pusat kebudayaan Rusia, Russian House, di Praha menjadi sasaran serangan bom molotov pada Kamis malam. Insiden ini diduga terkait dengan peningkatan aktivitas mereka di Republik Ceko.
Pusat kebudayaan Rusia, Russian House, yang berlokasi di Praha, Republik Ceko, mengalami serangan bom molotov pada Kamis (27/3) malam. Insiden ini menyebabkan kerusakan pada bagian muka gedung dan memicu penyelidikan dari pihak kepolisian setempat. Direktur Russian House, Igor Girenko, menduga serangan tersebut merupakan konsekuensi dari tingginya aktivitas yang diselenggarakan oleh pusat kebudayaan tersebut di Republik Ceko.
Kedutaan Besar Rusia di Republik Ceko mengonfirmasi bahwa sejumlah individu tak dikenal melemparkan enam bom molotov ke arah gedung Russian House. Tiga bom meledak di luar, merusak fasad bangunan, sementara tiga lainnya dilemparkan ke area perpustakaan di lantai dua, namun tidak meledak.
Serangan ini menyoroti potensi ketegangan dan sentimen anti-Rusia yang mungkin berkembang di tengah masyarakat. Pihak berwenang Praha kini tengah berupaya mengidentifikasi dan menangkap para pelaku di balik insiden kekerasan ini.
Kronologi dan Dampak Serangan Molotov
Serangan terhadap Russian House terjadi pada Kamis malam, ketika orang-orang tak dikenal melemparkan total enam bom molotov ke arah gedung. Tiga dari bom tersebut meledak di bagian luar bangunan, menyebabkan kerusakan pada muka gedung.
Sementara itu, tiga bom molotov lainnya berhasil dilemparkan hingga mencapai area perpustakaan yang terletak di lantai dua gedung. Beruntungnya, bom-bom yang masuk ke dalam gedung tersebut tidak meledak, sehingga potensi kerusakan yang lebih parah dan risiko korban jiwa dapat dihindari.
Polisi Praha segera merespons insiden ini dan telah memulai penyelidikan intensif untuk melacak para pelaku. Fokus penyelidikan adalah mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian serta mencari saksi mata yang mungkin melihat peristiwa tersebut.
Respons dan Spekulasi Direktur Russian House
Direktur Russian House, Igor Girenko, mengungkapkan pandangannya mengenai motif di balik serangan ini. Menurut Girenko, insiden tersebut adalah akibat langsung dari peningkatan aktivitas pusat kebudayaan mereka di Republik Ceko.
Girenko menjelaskan bahwa Russian House secara rutin menyelenggarakan berbagai acara, dengan frekuensi setidaknya dua acara setiap minggu. Selain itu, mereka juga aktif di media sosial, termasuk meluncurkan tiga saluran Telegram dalam Bahasa Ceko, Rusia, dan Inggris, yang jumlah pelanggannya terus bertambah.
Pihak Russian House saat ini sedang mempertimbangkan aspek keamanan bagi para tamu, penonton, dan staf mereka, terutama terkait dengan acara Hari Kebudayaan Rusia yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat. Girenko tidak menampik kemungkinan bahwa beberapa “pembenci yang terpinggirkan” akan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sumber: AntaraNews