Ribuan Jemaah Padati Palembang, Ziarah Kubro Jadi Magnet Religius Jelang Ramadhan
Ribuan jemaah dari berbagai daerah dan mancanegara memadati Kota Palembang untuk mengikuti Ziarah Kubro, tradisi tahunan menyambut Ramadhan yang mengakar kuat dan penuh makna.
Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara kini memadati Kota Palembang, Sumatera Selatan. Mereka datang untuk mengikuti rangkaian Ziarah Kubro, sebuah tradisi tahunan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi ini menjadi penanda penting bagi umat Muslim di wilayah tersebut.
Kegiatan religi ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 6 hingga 8 Februari 2026, dengan puncak keramaian terlihat pada Sabtu, 7 Februari 2026. Berbagai lokasi makam ulama dan auliya di sepanjang kawasan Seberang Ulu hingga 16 Ulu Palembang menjadi pusat kegiatan ziarah. Para peziarah datang untuk mengenang jasa para penyebar agama Islam.
Ziarah Kubro tidak hanya diikuti oleh masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian peziarah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Mereka berbondong-bondong untuk melantunkan doa, tahlil, serta salawat yang dipimpin oleh para habib dan ulama di makam-makam keramat. Ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan.
Makna dan Partisipasi Ziarah Kubro Palembang
Tradisi Ziarah Kubro merupakan agenda religi rutin yang digelar setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan. Tujuannya adalah untuk mengenang jasa para ulama besar yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Palembang. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan mendalam terhadap warisan spiritual.
Seorang jemaah, Syukri Nur (33), mengatakan bahwa "Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah antarjemaah. Tradisi ini tidak hanya diikuti masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian peziarah dari Malaysia dan Brunei Darussalam." Kehadiran peziarah dari berbagai latar belakang menunjukkan kuatnya ikatan keagamaan. Hal ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Lokasi-lokasi makam yang menjadi pusat kunjungan antara lain makam Habib Ahmad bin Syech Shahab, makam Al-Habib Aqil bin Yahya, serta makam para ulama besar di kawasan 3-4 Ulu dan Telaga Sewidak. Di tempat-tempat tersebut, jemaah tampak khusyuk melantunkan doa, tahlil, dan salawat. Kekhusyukan ini menunjukkan kedalaman spiritual para peziarah.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi Lokal
Pemerintah Kota Palembang bersama aparat keamanan telah melakukan berbagai persiapan matang guna memastikan kelancaran kegiatan Ziarah Kubro. Persiapan ini meliputi pengaturan lalu lintas di sekitar area ziarah yang padat. Selain itu, pos kesehatan juga disediakan untuk mengantisipasi kebutuhan medis darurat.
Pengamanan terpadu juga menjadi prioritas utama dengan menerjunkan petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan relawan. Mereka bertugas untuk mengantisipasi kepadatan jemaah dan menjaga ketertiban. Langkah ini diambil demi kenyamanan dan keamanan seluruh peserta.
Ibas Zen (44), jemaah lainnya, mengimbau seluruh peserta Ziarah Kubro untuk menjaga ketertiban dan kebersihan. Ia juga menekankan pentingnya mematuhi arahan petugas demi kenyamanan bersama. "Ziarah Kubro ini merupakan kegiatan besar yang melibatkan puluhan ribu orang. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta mematuhi arahan petugas demi kenyamanan bersama," ujarnya. Partisipasi aktif dari jemaah sangat diharapkan untuk kesuksesan acara.
Selain aspek religius, Ziarah Kubro juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti pedagang makanan, minuman, serta perlengkapan ibadah tampak memadati area sekitar lokasi ziarah. Ini menciptakan peluang ekonomi bagi warga lokal.
Rangkaian Acara Ziarah Kubro 1447 Hijriah
Tradisi Ziarah Kubro 1447 Hijriah ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh. Rangkaian kegiatan telah disusun secara cermat untuk mengakomodasi ribuan jemaah. Setiap sesi memiliki makna dan tujuan spiritualnya sendiri.
Berikut adalah jadwal kegiatan Ziarah Kubro 1447 Hijriah:
- Sabtu, 7 Februari 2026 (19 Sya’ban 1447 H)
- 06.00–10.00 WIB: Haul Al Faqihil Muqoddam Tsani (12–16 Ulu).
- 18.00–20.00 WIB: Pertemuan di Kampung Al Munawar.
- 06.30–08.15 WIB: Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam (Sei Bayas, 8 Ilir).
- 08.15 WIB–selesai: Wisata Bahari.
- 16.00–19.00 WIB: Penutupan di Benteng Kuto Besak (BKB) dan Makam Kyai Muara Ogan.
Rangkaian acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh peziarah. Dari haul hingga wisata bahari, setiap kegiatan memiliki daya tariknya sendiri. Penutupan di lokasi bersejarah menambah kekhidmatan acara.
Sumber: AntaraNews