Setelah lebih dari dua bulan terkepung asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kualitas udara di Kota Palembang akhirnya berangsur membaik dan berada di level aman. Kondisi ini didukung oleh pergeseran arah angin serta optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Berdasarkan grafik pemantauan Stasiun Talang Betutu Palembang pada Sabtu (24/10/2026) pukul 09.00 WIB, konsentrasi partikulat (PM2.5) berada di angka 51,4 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sedang. Angka ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan satu jam sebelumnya yang sempat menyentuh 69,1 mikrogram per meter kubik.
Kondisi hari ini jauh lebih sehat ketimbang pekan-pekan sebelumnya, di mana indeks kualitas udara Palembang kerap menembus level berbahaya akibat kepungan asap karhutla.
Advertisement
Arah Angin Berubah dan Asap Terurai
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa membaiknya kualitas udara di Palembang dipengaruhi oleh perubahan arah angin yang kini bertiup dari tenggara ke selatan menuju utara. Alhasil, sebagian besar sebaran asap dari pusat karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak lagi terdorong masuk ke wilayah Palembang.
Selain faktor angin, kondisi lapisan udara atas juga sangat mendukung. Lapisan inversi yang tergolong tipis di dekat permukaan tanah membuat asap bisa terdispersi atau terurai secara vertikal ke atmosfer yang lebih tinggi.
"Ini memungkinkan asap terdispersi secara vertikal sehingga konsentrasinya di permukaan tanah menurun. Hal inilah yang menyebabkan kualitas udara di Palembang meningkat signifikan," ungkap Wandayantolis.
Advertisement
Hujan Potensial dan Intervensi Modifikasi Cuaca
Kualitas udara di Palembang diprediksi akan terus membaik seiring meningkatnya potensi curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, OKU Selatan, OKU, OKU Timur, Ogan Ilir, OKI, PALI, hingga Kota Palembang.Sementara hujan ringan diprediksi membasahi Musi Rawas, Pagar Alam, Empat Lawang, Lahat, Lubuklinggau, dan Prabumulih.
Untuk memaksimalkan potensi awan hujan tersebut, tim gabungan terus menyiramkan bahan semai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan teknik dry ice.
"Pagi ini kami juga sudah melakukan penyemaian dry ice untuk membuka lapisan inversi, sehingga kepekatan asap di udara terus berkurang," pungkas Wandayantolis.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380481/original/048155500_1792711880-000_D3Y98GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3645348/original/011955500_1637925982-Anggota_Komisi_VIII_DPR_RI_Maman_Imanul_Haq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381520/original/002524600_1792826115-IMG_20261024_104250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381500/original/004922700_1792823349-1001789105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381517/original/049916500_1792825605-IMG-20261023-WA0058.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381515/original/084142900_1792825410-1001395256.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381511/original/067810300_1792824557-IMG-20261023-WA0057.jpg)