Paparan Asap Karhutla Telan Korban, Balita di Musi Banyuasin Meninggal Dunia

Seorang balita di Musi Banyuasin meninggal dunia akibat ISPA dan gagal napas usai terpapar kabut asap karhutla. Kualitas udara masuk level tidak sehat.

irwanto
Oleh irwanto- Reporter
Paparan Asap Karhutla Telan Korban, Balita di Musi Banyuasin Meninggal Dunia
Petugas pemadam kebakaran bersama warga menggunakan selang untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang meluas di tengah kepulan asap tebal dan suasana matahari terbenam yang berkabut di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (21/10/2026). (MUDA SAGALA/AFP)

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kini menelan korban jiwa. Seorang balita berusia 2 tahun 4 bulan asal Sungai Lilin, Musi Banyuasin, meninggal dunia setelah terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, balita tersebut awalnya mengalami batuk, demam, dan sesak napas.Pasien sempat ditangani di Puskesmas Sungai Lilin sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Sungai Lilin pada 15 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB. Namun, setelah beberapa jam mendapatkan perawatan medis, pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.37 WIB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, membenarkan kejadian tersebut pada Jumat (23/10). Ia menjelaskan bahwa berdasarkan diagnosis dokter, pasien mengalami gagal napas yang dipicu oleh kejang berulang (status epileptikus) serta infeksi paru-paru (bronkopneumonia).

 

Kasus ISPA di Musi Banyuasin Melonjak

Ira menambahkan, Musi Banyuasin saat ini menjadi wilayah dengan kasus ISPA tertinggi kedua di Sumsel setelah Palembang.

Sepanjang periode 1–22 Oktober 2026, Dinkes Sumsel mencatat ada 4.258 kasus ISPA di Musi Banyuasin, sementara Palembang memimpin dengan 11.991 kasus. Khusus pada 22 Oktober saja, jumlah kasus harian di Musi Banyuasin bertambah 180 kasus—menjadikannya yang tertinggi ketiga setelah Palembang dan Muara Enim.

Kondisi ini sejalan dengan kualitas udara yang memburuk. Pada tanggal yang sama, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk partikel debu halus (PM2.5) di Musi Banyuasin menembus angka 142 mikrogram per meter kubik, yang masuk dalam kategori tidak sehat.

Rekomendasi