Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah enam petugas gugur saat bertugas di lapangan. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat aspek keselamatan tim gabungan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi memastikan seluruh laporan dari wilayah terdampak akan dibedah secara rinci demi menghasilkan evaluasi yang akurat dan tepat sasaran.
"Kami akan melihat secara mendalam mengapa hal ini bisa terjadi. Evaluasi ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," ujar Kristomei saat ditemui di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (25/10/2026).
Ia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya enam petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keenamnya adalah Suraji, Munawi, Hendra Rony Wagiyanata, Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah.
Suraji, korban terakhir, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis, 23 Oktober 2026 malam setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
"Tidak ada satu pun pihak yang menginginkan kabar duka dalam setiap upaya penanggulangan bencana. Hasil evaluasi ini akan menjadi landasan untuk memperkuat Prosedur Operasional Standar (SOP) dan keselamatan kerja tim di masa depan," tegas Kristomei.
Advertisement
Soal Status Bencana
Menanggapi desakan publik terkait belum ditetapkannya Karhutla sebagai Bencana Nasional, Kristomei menjelaskan bahwa penentuan status darurat mengacu pada indikator yang ditetapkan dalam regulasi.
"Ada indikator yang harus dipenuhi, mulai dari luas wilayah terdampak, jumlah korban, hingga adanya pernyataan resmi ketidakmampuan dari pemerintah daerah. Atas dasar itulah status bencana daerah atau nasional ditentukan," jelasnya.
Kendati demikian, ia menegaskan status administratif tidak membatasi respons di lapangan. Penanganan dan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas.
"Apa pun statusnya, penanganan di lapangan terus kami optimalkan secara maksimal. Yang terpenting, jangan sampai ada lagi korban jiwa di kemudian hari," pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381300/original/044402300_1792797943-IMG-20261016-WA0078.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381313/original/040860400_1792800361-WhatsApp-Image-2026-08-20-at-1.26.40-PM.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381293/original/074482500_1792796447-email-attachment_2026_10_24_rifqyabiyya-at-klyid_terapis-pijat-di-johar-baru-mengaku-diperas-polisi-pelaku-ditangkap_144310.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7186959/original/042884900_1779983531-IMG_0027.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381200/original/004995100_1792764426-144079.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381174/original/041900500_1792760239-drum.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381195/original/088967100_1792763474-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_19.36.37__3_.jpeg)