Satu Kru Kapal Hilang: SAR Tanjungpinang Cari Korban Tenggelam di Perairan Karimun

SAR Tanjungpinang mengerahkan tim untuk mencari satu kru kapal yang hilang setelah KLM Green 6 tenggelam di perairan Karimun, Kepri. Apa penyebab insiden ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satu Kru Kapal Hilang: SAR Tanjungpinang Cari Korban Tenggelam di Perairan Karimun
SAR Tanjungpinang mengerahkan tim untuk mencari satu kru kapal yang hilang setelah KLM Green 6 tenggelam di perairan Karimun, Kepri. Apa penyebab insiden ini? (AntaraNews)

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang telah melancarkan operasi pencarian intensif terhadap seorang kru kapal yang dilaporkan hilang. Insiden ini terjadi setelah Kapal Layar Motor (KLM) Green 6 tenggelam di perairan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Kru kapal yang hilang tersebut diketahui bernama Andika Franata Panjaitan, yang menjabat sebagai kelasi di KLM Green 6. Pihak SAR Tanjungpinang menerima laporan kejadian pada Sabtu, 25 Oktober, sekitar pukul 14.05 WIB, setelah kapal pengangkut semen itu mengalami musibah.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel SAR, TNI, Polri, pemerintah setempat, dan nelayan, untuk menemukan korban. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda perairan Karimun.

Kronologi Insiden KLM Green 6

Kejadian tragis ini bermula pada pukul 10.11 WIB, ketika KLM Green 6 yang mengangkut ribuan sak semen kandas di perairan Terumbu Stail, Kecamatan Moro. Setelah kandas, kapal tersebut segera mengalami kebocoran yang cukup parah, menyebabkan air laut masuk dengan cepat.

Melihat kondisi yang membahayakan, nakhoda kapal segera meminta bantuan kepada kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, kapal bantuan KM Melci 88 tiba di lokasi kejadian untuk memulai proses evakuasi anak buah kapal (ABK) KLM Green 6.

Namun, saat proses evakuasi berlangsung, debit air laut yang masuk ke dalam lambung kapal semakin deras dan tak terkendali. Kondisi ini menyebabkan KLM Green 6 tidak dapat diselamatkan dan akhirnya tenggelam sepenuhnya di perairan tersebut.

Dalam momen krusial evakuasi itulah, satu orang kru kapal, Andika Franata Panjaitan, dilaporkan hilang dan tidak ditemukan. "Dalam proses evakuasi itulah, satu orang kru kapal dengan jabatan Kelasi atas nama Andika Franata Panjaitan dilaporkan hilang," ungkap Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli.

Operasi Pencarian dan Imbauan Waspada

Menindaklanjuti laporan hilangnya kru kapal, Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang segera bertindak cepat dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki. Satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 TBK beserta lima personel penyelamat dikirimkan ke lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Fazzli menjelaskan bahwa laporan kejadian KLM Green 6 tenggelam diterima dari Koordinator Pos SAR Tanjung Balai Karimun, yang sebelumnya mendapatkan informasi dari PT Sajidan Perkasa Bahari, selaku agen kapal. Koordinasi cepat ini memungkinkan tim SAR untuk segera bergerak.

Pencarian korban Andika Franata Panjaitan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para nelayan setempat. Keterlibatan banyak pihak ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban.

Selain upaya pencarian, pihak SAR juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di perairan Karimun untuk selalu waspada. "Seluruh masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di perairan Karimun diimbau tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini," pesan Fazzli, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dapat menambah risiko di laut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi