Laju Elon Musk menuju status triliuner tersendat seiring Tesla dan SpaceX kehilangan momentum di pasar. Kekayaan Elon Musk saat ini tercatat US$ 925 miliar atau Rp 16.620 triliun (asumsi kurs Rp 17.970 per dolar AS).
Meski melambat, total tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan gabungan kekayaan tiga miliarder terkaya berikutnya. Sejak awal tahun, harta Musk naik lebih dari US$ 305 miliar atau sekitar Rp 5.480 triliun.
Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (29/9/2026), besaran kekayaan Musk dalam waktu dekat akan bereaksi terhadap agenda besar Tesla, termasuk peluncuran Roadster yang telah tertunda bertahun-tahun.
Roadster versi dasar dibanderol mulai sekitar US$ 200.000 atau Rp 3,5 miliar, menjadikannya kendaraan termahal Tesla. Adapun Founders Series dipatok mulai US$ 250.000 atau Rp 4,4 miliar dengan batas produksi seribu unit.
Selain itu, pergerakan saham Tesla pekan ini diperkirakan dipengaruhi data pengiriman kuartal ketiga. Sebagian besar trader di platform prediksi Polymarket memperkirakan angka pengiriman berada di kisaran 450–475 ribu unit sepanjang kuartal ini.
Sebagai pembanding, pada kuartal kedua 2026 Tesla mengirimkan 480 ribu unit setelah memproduksi 450 ribu unit. Perusahaan diuntungkan lonjakan harga bensin dan solar yang mendorong lebih banyak orang beralih ke kendaraan listrik (EV).
Di Eropa, kenaikan permintaan mendorong Tesla meningkatkan produksi. Namun, biaya operasional juga terus naik sehingga arus kas bebas perusahaan tercatat negatif.
Advertisement
SpaceX Elon Musk Siap Uji Coba Starship Generasi Terbaru
Di lini lain, bisnis robotaxi Tesla bersaing ketat dengan Waymo yang didukung Alphabet.
Sementara itu, saham SpaceX relatif stabil dalam beberapa hari terakhir di level US$ 148 atau Rp 2.659.338. Nilai tersebut naik 40% dari titik terendahnya tahun ini, meski masih turun 34% dari rekor tertingginya sepanjang masa.
Saham SpaceX akan tetap menjadi sorotan pekan ini karena peluncuran orbital pertama pada Senin. Uji coba tersebut akan membawa versi ketiga Starlink ke luar angkasa, yang diharapkan meningkatkan kapasitas dan kecepatan layanan per satelit.
Pada kuartal kedua, bisnis Starlink membukukan pendapatan lebih dari US$ 4,29 miliar atau sekitar Rp 77 triliun dan menyumbang 53% pendapatan SpaceX. Analis memperkirakan pendapatan perusahaan akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang.
Perkiraan rata-rata menunjukkan pendapatan SpaceX berpotensi melonjak menjadi US$ 44 miliar atau Rp 790 triliun tahun ini, lalu US$ 108,3 miliar atau Rp 1.945 triliun tahun depan. Sebagian besar pertumbuhan diperkirakan berasal dari bisnis pusat data (data center) perusahaan.
Kontributor utama kekayaan Musk berasal dari kepemilikan sahamnya di SpaceX sekitar 48,5%. Ia juga memegang sekitar 20,3% saham Tesla, serta saham besar di Neuralink dan The Boring Company.