Kepolisian mengungkap motif di balik kasus pencurian dengan kekerasan menewaskan wakil rektor Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia Kabanjahe, Asprina Surbakti (38), di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Aksi sadis tersebut ternyata telah direncanakan oleh kedua pelaku, yakni AFR (25) dan MRS (37).
Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho mengatakan, kedua tersangka sengaja datang dari luar daerah menuju Berastagi dengan tujuan utama merampok rumah korban.
"Salah satu tersangka diketahui pernah bekerja di kawasan perumahan tempat tinggal korban. Hal ini dimanfaatkan pelaku karena sudah mengetahui kondisi lingkungan serta keberadaan korban," ujar Pebriandi saat konferensi pers di Mapolres Karo, Selasa (29/9).
Pebriandi menjelaskan, pengetahuan mendalam mengenai seluk-beluk rumah dan kebiasaan korban membuat para pelaku dengan mudah melancarkan aksi kejahatan tersebut.
"Usai menganiaya korban hingga tewas dan menyembunyikan jasadnya di kamar mandi, kedua pelaku menggasak serta membawa lari kendaraan milik korban," ujar dia.
Advertisement
Kronologi Penangkapan Tersangka
Kedua tersangka akhirnya ditangkap tim gabungan Polres Karo dan Polda Sumut di kawasan Kabupaten Deli Serdang, bersama barang bukti kendaraan milik korban, Senin (28/9) dini hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, Asprina ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumahnya di Kompleks J-Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (25/9).
Asprina diduga kuat menjadi korban pembunuhan dan pencurian lantaran mobil pribadi miliknya hilang di lokasi kejadian. Penemuan jasad korban diketahui setelah rekan-rekan sesama dosen merasa curiga lantaran Asprina tidak kunjung merespons panggilan telepon.
Mereka kemudian meminta abang kandung korban bersama petugas sekuriti kompleks untuk memeriksa langsung rumah Asprina. Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa di kamar mandi dengan kondisi mulut mengeluarkan darah.