Puan Hingga Menteri Kabinet Kenakan Seragam Loreng Militer, Ini Kata Prabowo
Menurut Prabowo, penggunaan seragam tersebut menjadi simbol kesiapan para tokoh nasional untuk terlibat langsung dan mempertaruhkan diri bersama rakyat.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, hingga sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mengenakan seragam loreng militer saat menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8).
Menurut Prabowo, penggunaan seragam tersebut menjadi simbol kesiapan para tokoh nasional untuk terlibat langsung dan mempertaruhkan diri bersama seluruh rakyat Indonesia dalam sistem pertahanan negara.
"Di belakang saya, banyak tokoh yang memakai seragam sebagai tanda mereka ingin terlibat dan mempertaruhkan diri bersama seluruh rakyat Indonesia, karena bangsa kita punya pertahanan yang kita namakan pertahanan rakyat semesta," ujarnya dalam arahan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pada upacara tersebut, Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenakan seragam safari berwarna cokelat muda, sementara para pimpinan lembaga tinggi negara dan menteri kabinet tampil kompak dengan seragam loreng militer.
Prabowo menegaskan, wawasan pertahanan Indonesia bersifat defensif, namun mencakup seluruh wilayah Tanah Air.
"Kalau kita mempertahankan bangsa kita, kita pertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap bukit, tiap gunung, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, tiap jengkal tanah kita pertahankan. Seluruh bangsa Indonesia mempertahankan," katanya.
Ia juga menekankan bahwa bangsa Indonesia lebih memilih mati daripada kembali dijajah. "Banyak negara mungkin merasa lebih kuat dari kita, tapi semangat kita sudah kita buktikan dan akan terus kita buktikan, bahwa kita bangsa pejuang yang tidak pernah mengenal menyerah," tegasnya.
Upacara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sutan Najamudin, Menko PMK Pratikno, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar, Menteri ATR Nusron Wahid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.