Program Sekolah Gratis Banten Perluas Akses Pendidikan Bagi 60.705 Siswa Swasta
Pemerintah Provinsi Banten memperluas jangkauan Program Sekolah Gratis hingga 60.705 siswa swasta jenjang SMA, SMK, dan SKh, memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan tanpa terkendala biaya.
Pemerintah Provinsi Banten secara signifikan memperluas jangkauan Program Sekolah Gratis mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan seluruh anak di wilayah Banten dapat mengakses pendidikan menengah tanpa terkendala biaya, mencakup siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta. Sebanyak 60.705 siswa dari sekolah swasta kini akan merasakan manfaat dari program strategis ini.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen tersebut dalam keterangannya di Kota Serang pada Jumat (2/1), setelah menghadiri acara di Kota Tangerang sehari sebelumnya. Perluasan program ini merupakan realisasi janji pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah dan memperluas pemerataan layanan pendidikan.
Langkah ini diambil untuk mendukung keluarga yang selama ini mengandalkan sekolah swasta, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Banten. Program ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah melalui peningkatan partisipasi dan kualitas pendidikan.
Komitmen Pemprov Banten untuk Pendidikan Merata
Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerataan pendidikan dengan mengintegrasikan sekolah swasta ke dalam Program Sekolah Gratis. Gubernur Andra Soni menyatakan bahwa semua anak di Banten harus memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat. Kebijakan ini secara langsung menargetkan puluhan ribu siswa yang sebelumnya mungkin terkendala biaya pendidikan di sekolah swasta.
Perluasan program ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga merupakan upaya sistematis untuk memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena masalah ekonomi. Dengan demikian, Pemprov Banten berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini juga diyakini dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Keterlibatan sekolah swasta dalam Program Sekolah Gratis juga menjadi solusi atas keterbatasan kapasitas sekolah negeri di beberapa wilayah. Dengan memanfaatkan infrastruktur sekolah swasta, daya jangkau layanan pendidikan dapat diperluas secara signifikan. Ini menunjukkan pendekatan holistik pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan akses pendidikan.
Adopsi Praktik Baik dan Inspirasi Tokoh Lokal
Inspirasi di balik perluasan Program Sekolah Gratis ini salah satunya datang dari praktik baik tokoh pendidikan Kota Tangerang, Haji Turidi. Haji Turidi dikenal karena kepeduliannya yang tinggi dalam membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah. Pemprov Banten mengadopsi semangat kepedulian ini dan mewujudkannya dalam kebijakan pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Gubernur Andra Soni menekankan bahwa pemikiran seperti Haji Turidi sangat berharga dan patut dicontoh. Dengan mengubah semangat individu menjadi kebijakan publik, dampak positifnya akan menjadi lebih masif dan terstruktur. Ini adalah contoh bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam kebijakan pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaludin, juga menyoroti nilai-nilai kepedulian terhadap pendidikan yang telah lama tumbuh di masyarakat Banten. Beliau menyebutkan keteladanan tokoh lokal seperti Haji Hasan Murtaba Dinata yang pada masanya menjadi satu-satunya warga di lingkungannya yang menempuh pendidikan hingga Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA). Kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa pendidikan selalu menjadi prioritas di Banten.
Penguatan Kualitas SDM dan Keberlanjutan Program
Program Sekolah Gratis ini dinilai sebagai instrumen krusial dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Banten. Dengan memastikan akses pendidikan hingga jenjang menengah, pemerintah daerah sedang membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan. Pendidikan yang merata dan berkualitas adalah kunci untuk menciptakan generasi yang kompeten dan berdaya saing.
Selain fokus pada perluasan akses pendidikan, Gubernur Andra Soni juga menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk menjalankan pemerintahan yang adil dan bersih. Prinsip ini penting agar setiap kebijakan publik, termasuk di sektor pendidikan, dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar utama dalam memastikan efektivitas program ini.
Pemprov Banten berharap agar Program Sekolah Gratis ini terus diperkuat di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk memperluas manfaatnya, mendorong peningkatan partisipasi pendidikan, serta meningkatkan kualitas lulusan di seluruh wilayah Banten. Keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada implementasi yang konsisten dan evaluasi yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews