Sekolah Rakyat Penajam Paser Utara Mulai Terima Peserta Didik, Wujudkan Akses Pendidikan Inklusif
Program Sekolah Rakyat Penajam Paser Utara resmi membuka pendaftaran peserta didik tahun ini, menandai langkah maju dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu dan wujudkan akses pendidikan inklusif.
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, memulai penerimaan peserta didik untuk Sekolah Rakyat rintisan pada tahun ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen oleh pemerintah pusat di wilayah tersebut. Program ini menjadi komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. [2, 6]
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara, Muhtar, menyatakan bahwa daerah yang telah memiliki sekolah rintisan memiliki peluang besar untuk masuk dalam percepatan pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen. Penerimaan peserta didik untuk Sekolah Rakyat rintisan ini ditargetkan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Sosialisasi program akan segera dilakukan di empat kecamatan di kabupaten tersebut untuk menjangkau calon peserta didik. [1]
Sekolah Rakyat ini dirancang dengan konsep asrama, di mana peserta didik akan langsung tinggal di fasilitas yang disediakan. Daya tampung awal diperkirakan antara 120 hingga 170 orang. Pemerintah Kabupaten PPU memanfaatkan model sekolah berasrama ini untuk memastikan pendidikan yang lebih terjangkau dan terkontrol, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan formal. [1, 12]
Akses Pendidikan Merata Melalui Sekolah Rakyat Rintisan
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan bagi semua pihak, terutama anak-anak dari keluarga prasejahtera. [6] Program ini berfokus pada pemutusan rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas, dengan target pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. [3, 5]
Di Kabupaten Penajam Paser Utara, pemerintah daerah telah menyiapkan bekas gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang sebelumnya dimanfaatkan untuk Penajam Suite Hotel. Gedung ini berlokasi di kawasan Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, dan akan difungsikan sebagai gedung Sekolah Rakyat rintisan. [1]
Fasilitas di gedung yang disiapkan tersebut telah memiliki kamar-kamar yang dapat langsung digunakan sebagai asrama, memungkinkan perekrutan calon peserta didik baru pada tahun ini. [1] Model sekolah berasrama ini juga menjadi solusi bagi siswa yang tinggal di daerah pelosok atau menghadapi kesulitan akses pendidikan. [12]
Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Sekolah Rakyat
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Penajam Paser Utara mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk dari sisi anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). [14] Pemerintah kabupaten telah menyiapkan lahan seluas 6,7 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, untuk pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen. [1, 8]
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan bertanggung jawab dalam pembangunan fisik Sekolah Rakyat ini, yang direncanakan memiliki 36 ruang kelas belajar (RKB). Rinciannya adalah 18 RKB untuk jenjang sekolah dasar (SD), serta masing-masing sembilan RKB untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). [8]
Program ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. [4] Dukungan ini menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah agenda nasional yang membutuhkan sinergi berkelanjutan. [6]
Proses Pendaftaran dan Fasilitas Asrama di Penajam
Proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat rintisan di Penajam Paser Utara ditargetkan untuk tahun ajaran 2026/2027. Sosialisasi akan dilakukan secara masif di empat kecamatan guna menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu. [1]
Sekolah Rakyat rintisan ini akan menampung peserta didik di asrama yang telah disiapkan. Dengan perkiraan daya tampung antara 120 hingga 170 orang, fasilitas asrama ini bertujuan untuk memastikan lingkungan belajar yang kondusif dan terintegrasi. [1]
Sumber: AntaraNews