Prabowo Kaget Gubernur Kaltim dan Wali Kota Balikpapan Kakak Adik
Ketika menyapa Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmat Mas'ud, Prabowo menyadari bahwa keduanya memiliki hubungan keluarga.
Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan kebiasaannya untuk mengecek kehadiran para pejabat di pemerintah pusat dan daerah selama kunjungan kerjanya ke berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah saat ia meresmikan proyek besar kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026.
Ketika menyapa Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Prabowo menyadari adanya hubungan keluarga antara keduanya karena nama belakang mereka yang sama.
"Wali Kota Balikpapan. Oh tadi saudara Rudi adalah Gubernur, saudara Rahmat adalah Wali Kota. Jadi saudara ini, kakak adik? Oh kakak adik ya," ungkap Prabowo.
Walaupun Prabowo tidak melanjutkan pembahasan mengenai hubungan tersebut, ia menegaskan bahwa selama mereka terpilih oleh rakyat, hal itu tidak menjadi masalah.
"Enggak apa-apa asal dipilih benar ya," tambahnya.
Setelah itu, Prabowo melanjutkan pencariannya untuk menemukan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Dalam suasana yang penuh canda, Kepala Negara tampak berusaha bersaing dengan guyonan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sempat menyapa kader Partai Golkar saat memberikan sambutan.
"Wakil Gubernur hadir? Wakil gubernur? Nah Wakil Gubernur ini orang Gerindra ini. Jangan Golkar saja. Friend-friend, kita friend," tegas Prabowo.
Prabowo Meresmikan Kilang Besar RDMP di Balikpapan
Prabowo telah meresmikan proyek besar RDMP Balikpapan, sebuah kilang minyak yang merupakan yang terbesar dengan total investasi sebesar Rp 123 triliun. Langkah ini diambil untuk memodernisasi kilang yang sudah ada, sehingga dapat meningkatkan kapasitas pengolahan minyak hingga mencapai 360 ribu barel per hari.
"Tadi kita sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan tahun 1994, berarti 32 tahun yang lalu. Ya, lumayan, cukup bersejarah. Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas prestasi yang kita hasilkan hari ini dengan peresmian ini," tutur Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek kilang raksasa tersebut, yang dianggapnya sebagai pencapaian yang sangat berarti bagi negara.
"Ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel, kita akan elektrifikasi sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita," jelasnya.
"Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini, tapi tidak ada masalah kalau tidak lima tahun, tahun keenam. Kalau tidak tahun keenam, tahun ketujuh. Yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat," lanjutnya.
Prabowo menekankan pentingnya bagi rakyat Indonesia untuk menjadi bangsa yang kuat, percaya diri, dan mandiri dalam setiap aspek kehidupan.
"Karena itu saya berbahagia, bangga hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, tidak boleh. Kita ingin merdeka, dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa. Tinggal kita mampu atau tidak sebagai bangsa," tegasnya.