Polri Bersihkan Meunasah Terdampak Bencana di Bener Meriah Sambut Ramadhan
Personel Polri bersama masyarakat bergotong royong membersihkan meunasah terdampak bencana di Bener Meriah, memastikan kesiapan rumah ibadah menjelang Ramadhan.
Personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari Polres Bener Meriah dan Brimob Polda Aceh telah melaksanakan kegiatan bakti sosial yang signifikan. Bersama masyarakat setempat, mereka bergotong royong membersihkan meunasah yang terdampak bencana alam di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Inisiatif mulia ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan sosial dan keagamaan warga, terutama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba.
Fokus utama kegiatan pembersihan ini adalah Meunasah Al Taqwa, yang berlokasi di Kampung Lampahan Timur. Rumah ibadah tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah dan tertutup lumpur tebal akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Dengan adanya aksi gotong royong ini, diharapkan meunasah dapat segera berfungsi kembali dan digunakan oleh jamaah untuk beribadah dengan aman serta nyaman.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Bener Meriah, AKP Yulizan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari komitmen Polri untuk selalu hadir dan mengabdi di tengah masyarakat. Bakti sosial ini tidak hanya menunjukkan sinergi kuat antara aparat keamanan dan warga, tetapi juga membantu memulihkan kondisi pascabencana, sekaligus mendukung penuh kegiatan keagamaan.
Fokus Pembersihan dan Tujuan Utama
Proses pembersihan Meunasah Al Taqwa secara spesifik menargetkan penyingkiran lumpur tebal, sampah, serta normalisasi seluruh area yang terdampak banjir. AKP Yulizan secara khusus menekankan urgensi untuk memastikan bahwa sarana ibadah tersebut dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat. Tujuan utamanya sangat jelas, yaitu agar para jamaah dapat melaksanakan ibadah, termasuk shalat tarawih, di bulan suci Ramadhan tanpa adanya kendala berarti.
Pembersihan ini lebih dari sekadar aktivitas fisik membersihkan bangunan, melainkan juga memiliki makna mendalam dalam konteks pemulihan spiritual dan psikologis masyarakat. Dengan pulihnya fungsi meunasah sebagai pusat ibadah, diharapkan kegiatan keagamaan dapat berjalan normal kembali, memberikan ketenangan batin dan semangat baru bagi warga yang terdampak bencana. Upaya kolaboratif ini juga secara gamblang menunjukkan kepedulian Polri terhadap aspek sosial dan spiritual yang sangat penting bagi komunitas.
AKP Yulizan mengungkapkan harapannya yang besar bahwa kegiatan bakti sosial ini akan secara signifikan mempercepat proses pemulihan meunasah secara menyeluruh. Dengan demikian, meunasah tersebut dapat segera berfungsi penuh sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang vital bagi masyarakat setempat. Ini adalah langkah konkret dan proaktif dalam mendukung persiapan menyambut Ramadhan, sebuah bulan yang penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Apresiasi Masyarakat dan Komitmen Polri
Ketua Panitia Pembangunan Meunasah Al Taqwa, Tengku Rizal Pahlevi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sangat mendalam atas kepedulian serta bantuan konkret yang telah diberikan oleh personel Polri. Menurutnya, dukungan aktif dari Polri dalam membersihkan meunasah ini secara signifikan mempercepat pemulihan sarana ibadah yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia secara optimis berharap bahwa meunasah dapat digunakan kembali sepenuhnya menjelang Ramadhan, setelah sebelumnya mengalami dampak parah dari bencana.
Rasa syukur yang serupa juga diungkapkan oleh Abdul Rahman (47), salah seorang jamaah setia Meunasah Al Taqwa. Ia merasa sangat terbantu dan terharu dengan kehadiran personel Polri yang sukarela membantu membersihkan meunasah yang sempat penuh lumpur akibat banjir bandang. Abdul Rahman menyatakan dengan lega bahwa kini meunasah sudah bersih total dan siap untuk dipersiapkan sebagai tempat ibadah yang layak selama bulan suci Ramadhan.
Bakti sosial ini secara tegas menegaskan komitmen kuat Polri untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi kepada masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana yang membutuhkan uluran tangan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari sinergi yang harmonis antara Polri dan masyarakat dalam menjaga ketertiban sosial serta membantu memulihkan kehidupan sosial dan keagamaan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan senantiasa memberikan rasa aman, nyaman, dan dukungan moral dalam setiap kondisi yang dihadapi.
Sumber: AntaraNews