Polres Pasaman Barat Gencarkan Patroli Dialogis, Jamin Keamanan Pasar Tradisional
Polres Pasaman Barat intensifkan patroli dialogis di pasar tradisional untuk ciptakan keamanan, antisipasi premanisme, dan cegah pungutan liar, demi kenyamanan masyarakat.
Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, meningkatkan patroli serta dialog bersama masyarakat sebagai upaya berkelanjutan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan ini secara khusus menyasar pasar-pasar tradisional guna mengantisipasi aksi premanisme dan mencegah praktik pungutan liar yang merugikan.
Langkah proaktif ini dilakukan oleh Polsek Pasaman di berbagai lokasi, termasuk pasar tradisional Kapar, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo. Petugas kepolisian berinteraksi langsung dengan para pedagang, pengunjung pasar, dan juru parkir, menyampaikan imbauan kamtibmas serta memastikan rasa aman bagi seluruh pihak.
Menurut Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, peningkatan patroli dan dialogis ini merupakan strategi preventif. Hal ini bertujuan untuk menekan potensi terjadinya tindak pidana, terutama di area publik yang ramai dan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Upaya Preventif Jaga Kamtibmas di Pasar Tradisional
Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk menjaga keamanan di ruang publik, khususnya pasar tradisional yang menjadi jantung aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran polisi di tengah keramaian pasar diharapkan dapat menjadi jaminan keamanan bagi para pelaku usaha dan pengunjung.
AKBP Agung Tribawanto menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah preventif untuk menekan potensi tindak pidana. "Pasar merupakan ruang publik yang ramai dan menjadi pusat interaksi masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya kehadiran polisi sebagai bentuk jaminan keamanan," ujarnya.
Patroli dan dialog yang dilakukan secara rutin ini juga diharapkan mampu mencegah munculnya aksi premanisme serta praktik pungutan liar yang dapat merugikan pedagang maupun pengunjung. Dengan kondisi keamanan yang terjaga, aktivitas perdagangan dapat berlangsung lancar dan kondusif.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman yang signifikan. Kondisi ini secara tidak langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak beroperasi di pasar tradisional.
Antisipasi Premanisme dan Pungutan Liar
Fokus utama dari patroli dialogis ini adalah memberantas premanisme dan pungutan liar yang seringkali menjadi keluhan di pasar-pasar tradisional. Polisi memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk ancaman keamanan.
Kepala Polsek Pasaman AKP Zulfikar, didampingi Kepala Unit Binmas Polsek Pasaman Ipda Edo Perdana, mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aksi premanisme, pungutan liar, atau ancaman keamanan lainnya. "Kami menegaskan kepada para pedagang dan pengunjung untuk tidak memberikan uang kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan pemuda atau kelompok tertentu. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian," kata AKP Zulfikar.
Selain itu, petugas juga memberikan pesan khusus kepada para juru parkir. Mereka diminta untuk menjalankan tugas sesuai aturan, menjaga sikap saat melayani masyarakat, dan tidak menarik biaya parkir melebihi retribusi resmi yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Pasaman Barat.
Para juru parkir juga diingatkan untuk selalu waspada dan turut serta membantu mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor yang berpotensi terjadi di area pasar. Polsek Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan pasar serta tempat keramaian lainnya demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews