Kepolisian Resor Lingga, Polda Kepulauan Riau, baru-baru ini mengintensifkan kegiatan patroli dialogis di berbagai pasar tradisional. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme yang berpotensi meresahkan masyarakat. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga yang beraktivitas di pusat-pusat perekonomian tersebut.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan metode pendekatan yang sangat efektif. Metode ini menekankan komunikasi aktif antara petugas kepolisian dengan masyarakat secara langsung di lapangan. “Kami (Polri) tidak hanya hadir untuk melakukan pengawasan, juga membangun kedekatan dengan masyarakat,” tegasnya di Batam pada Sabtu lalu.
Kegiatan ini secara spesifik menyasar titik-titik strategis seperti area pertokoan dan jalur utama pasar, termasuk di kawasan Pasar Dabo Singkep. Melalui interaksi langsung, petugas Unit Patroli Satuan Samapta Polres Lingga menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mereka juga secara aktif menerima keluhan serta masukan dari masyarakat terkait keamanan dalam beraktivitas maupun berdagang.
Advertisement
Advertisement
Patroli dialogis yang dilaksanakan oleh Unit Patroli Satuan Samapta Polres Lingga tidak hanya sekadar kehadiran fisik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang aman dan tertib. Petugas berinteraksi langsung dengan pedagang dan pengunjung pasar, memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban mereka.
Dalam setiap kesempatan, personel kepolisian mengajak seluruh warga untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk penyimpangan yang mereka temui. Hal ini mencakup tindakan intimidasi, pemalakan, atau pungutan liar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani melapor jika menemukan aktivitas yang mengganggu rasa aman dan keteraturan umum,” ujar Kapolres Lingga.
Kasat Samapta Polres Lingga, Iptu Arfen, menambahkan bahwa fokus patroli ini adalah titik-titik rawan. Penargetan area pertokoan dan jalur utama pasar dilakukan untuk mencegah potensi terjadinya pungli dan aksi premanisme. Kehadiran petugas secara langsung diharapkan dapat mengurungkan niat para pelaku kejahatan dan menjaga stabilitas keamanan.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran personel kepolisian di tengah keramaian pasar tradisional mendapat respons yang sangat positif dari berbagai pihak. Para pedagang dan pengunjung pasar menyatakan rasa tenang dan terlindungi dengan adanya patroli rutin ini. Mereka merasa bahwa kegiatan ini memberikan jaminan keamanan yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Banyak warga yang merasa lebih tenang dan terlindungi dengan adanya patroli rutin yang menyasar langsung titik-titik rawan,” kata Iptu Arfen. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa strategi pendekatan dialogis telah berhasil membangun kepercayaan publik. Masyarakat kini lebih berani untuk berinteraksi dan menyampaikan kekhawatiran mereka kepada pihak berwajib.
Iptu Arfen juga menegaskan bahwa patroli dialogis Samapta Polres Lingga akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini merupakan bentuk komitmen kuat dari kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara konsisten. Inisiatif ini sekaligus mendukung terciptanya pelayanan publik yang bersih dari pungutan liar dan tekanan sosial lainnya.
Advertisement
Dengan adanya kegiatan patroli dialogis ini, diharapkan ekosistem pasar tradisional di Lingga dapat beroperasi tanpa gangguan. Lingkungan yang aman dan bebas dari pungli akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, hal ini juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif.
Sumber: AntaraNews